Di musim semi Lenin akhirnya berhasil menggelar sekolah partai di dua ruang kecil yang disewa dari seorang pekerja kulit di desa Longjumeau di Paris. Tujuannya adalah untuk menekankan pentingnya teori bagi pembangunan kader. Lenin terutama berharap supaya buruh yang berhubungan dengan massa dikirim oleh komite-komite lokal untuk menghadiri sekolah partai. Tentu saja ada sekolah-sekolah partai lainnya di Capri dan Bologna, tetapi sekolah-sekolah ini didominasi oleh pendukung Bogdanov, dan jelas kalau sekolah di Longjumeau diorganisir Lenin sebagai tandingan. Lenin mendedikasikan seluruh jiwanya untuk sekolah ini, mempersiapkan kuliah-kuliahnya dengan sangat cermat. Dia memberi total 45 kuliah mengenai ekonomi politik, masalah agraria, dan teori dan praktek sosialisme. Zinoviev dan Kamenev memberi kuliah mengenai sejarah partai. Kuliah-kuliah lainnya diberi oleh Charles Rappaport dan Inessa Armand. Di antara murid sekolah ini adalah seorang buruh muda dari Kiev yang tidak dikenal oleh siapapun, Andrei Malinovsky, yang adalah seorang intel, yang melaporkan setiap aspek sekolah ini ke Biro Okhrana di Paris. Herannya, Malinovsky ini tidak ada relasi dengan Roman Malinovsky [agen polisi rahasia yang berhasil menyusup menjadi anggota Komite Pusat Bolshevik].

Menshevik t1 Trotsky membayangkan kalau dia mampu menyatukan kaum Bolshevik dan kaum Menshevik, atau lebih tepatnya, tendensi sayap kiri dalam Menshevisme, khususnya yang diwakili oleh Martov. Dia tidak sendirian dalam berpikir demikian. Lenin sendiri lebih dari sekali menginginkan persatuan dengan Martov, yang kualitas pribadi dan politiknya selalu dia akui.

Pada hari Rabu minggu lalu, Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa dia akan secara resmi mengakui Yerusalem sebagai ibukota Israel. Pernyataan ini mengungkapkan watak sesungguhnya dari apa-yang-disebut negosiasi perdamaian Israel-Palestina selama ini. Dalam sebuah pidato di Gedung Putih, Trump mengatakan: “Saya telah memutuskan bahwa sudah saatnya untuk mengakui secara resmi Yerusalem sebagai ibukota Israel.”

Memperingati 100 Tahun Revolusi Oktober 1917, Militan Indonesia menggelar bedah buku Bolshevisme, Jalan Menuju Revolusi. Bertempat di perpustakaan C20, acara berlangsung ramai dan penuh antusias. Sekitar 25 orang hadir dalam diskusi ini. Banyak dari mereka adalah kaum muda dan kaum buruh yang datang dari luar kota Surabaya. Ada yang datang dari Malang, Pasuruan, Gresik dan Lamongan.

Satu abad yang lalu satu peristiwa besar mengguncang dunia. “Kaum buruh dan Bolshevik merebut kekuasaan,” begitu kira-kira tajuk yang menghiasi hampir semua koran di seluruh dunia. Kaum kapitalis terhenyak. Untuk pertama kalinya mereka saksikan sebuah peristiwa yang tak pernah mereka bayangkan dapat terjadi: buruh dan tani menumbangkan kapitalisme! Konkretnya, kekeramatan dari kepemilikan pribadi kaum kapitalis dan tuan tanah dilanggar. Pabrik disita untuk buruh, dan tanah disita untuk petani.

Menyambut 100 tahun Revolusi Rusia, Militan akan menerbitkan seri artikel pendek “Belajar Revolusi Oktober”. Seri ini akan mengupas sejumlah pelajaran yang bisa kita petik dari pengalaman kaum Bolshevik dalam mempersiapkan organisasi yang memungkinkan mereka menumbangkan kapitalisme dan memenangkan revolusi.

Dalam rangka memperingati 100 tahun Revolusi Oktober, Militan Indonesia mempersembahkan buku “Bolshevisme, Jalan Menuju Revolusi” karangan Alan Woods kepada seluruh rakyat pekerja. Buku ini mengupas sejarah Partai Bolshevik, dari masa lingkaran kecilnya sampai ke Revolusi Oktober dimana partai ini memimpin kelas buruh memenangkan revolusi sosialis.

“Tinggalkan yang lama. Sambut yang Baru.” Ini yang selalu menjadi pesan penyemangat tiap Tahun Baru. Namun di tengah semua pesta dan botol sampanye, tidak ada tanda-tanda optimisme atau harapan masa depan dari kelas penguasa dan para ahli strateginya sama sekali . Sebaliknya kolom-kolom pers borjuis diisi dengan pesimisme dan kekhawatiran.

Pada tahun 1847 Engels menulis dua draf program untuk Liga Komunis dalam bentuk sebuah katekismus1,  satu pada bulan Juni, dan satunya lagi pada bulan Oktober. Draf kedua, yang dikenal sebagai Principles of Communism (Prinsip-prinsip Komunisme) terbit pertama kali pada tahun 1914. Dokumen yang lebih awal, yakni Draft of the Communist Confession of Faith (Draf tentang Pengakuan Iman Komunis) baru ditemukan pada 1968. Dokumen ini terbit pertama kali pada 1969 di Hamburg, bersama dengan empat dokumen lain yang terkait dengan kongres pertama Liga Komunis, dalam sebuah buklet berjudul Gründungs Dokumente des Bundes der Kommunisten (Juni bis September 1847) (Dokumen-dokumen Pendirian Liga Komunis, Juni-September 1847).

Pada 28 September1864, delegasi-delegasi dari berbagai negeri berkumpul di Balai St. Martin di London. Inilah upaya yang paling serius untuk mempersatukan lapisan-lapisan kelas pekerja yang paling maju dalam suatu skala internasional. Pertemuan itu dilakukan sebagai suatu konsekuensi dari solidaritas internasional dalam menanggapi perlawanan Polandia pada 1863.