Pada 1 Maret 1881, kereta kuda Tsar Alexander II[1] sedang melewati Kanal Catherine di kota St. Petersburg, ketika seorang anak muda tiba-tiba melempar apa yang tampaknya seperti bola salju. Ledakan yang menyusul tidak mengenai targetnya, dan sang Tsar turun, tidak terluka, untuk berbincang dengan beberapa tentara Cossack[2] yang terluka. Saat itu juga teroris kedua, Grinevetsky, cepat melompat ke depan dan berkata: “Terlalu cepat untuk berterimakasih pada Tuhan”, dan melempar bom ke kaki sang Tsar. Satu setengah jam kemudian, Kaisar seluruh rakyat Rusia mati. Tindakan ini menandai salah satu periode yang paling penting di dalam sejarah revolusi – sebuah periode dimana segelintir anak-anak muda yang berdedikasi dan heroik melawan kekuatan negara Tsar. Namun keberhasilan para teroris ini dalam membunuh figur tertinggi dari otokrasi ini justru menghantarkan pukulan mematikan terhadap Narodnaya Volya[3] yang mengorganisirnya.

En la mañana del 15 de noviembre Israel llevó a cabo la ejecución extrajudicial del líder militar de Hamas, Ahmed al-Jabari. Este acto desencadenó un nuevo conflicto mortal entre Israel y Gaza. Todo este asunto tiene todas las características de una provocación premeditada.

A situação do movimento sindical argentino é bastante penosa. A CGT está dividida em 3 partes (oficialistas, moyanistas e CGT Azul e Branca de Barrionuevo) e a CTA está dividida em duas (Yasky e Micheli). Tudo é consequência das lutas de camarilhas por seus interesses aparelhistas e pelas intromissões  da burguesia e do governo.