Indonesian

Memperingati 100 Tahun Revolusi Oktober 1917, Militan Indonesia menggelar bedah buku Bolshevisme, Jalan Menuju Revolusi. Bertempat di perpustakaan C20, acara berlangsung ramai dan penuh antusias. Sekitar 25 orang hadir dalam diskusi ini. Banyak dari mereka adalah kaum muda dan kaum buruh yang datang dari luar kota Surabaya. Ada yang datang dari Malang, Pasuruan, Gresik dan Lamongan.

Satu abad yang lalu satu peristiwa besar mengguncang dunia. “Kaum buruh dan Bolshevik merebut kekuasaan,” begitu kira-kira tajuk yang menghiasi hampir semua koran di seluruh dunia. Kaum kapitalis terhenyak. Untuk pertama kalinya mereka saksikan sebuah peristiwa yang tak pernah mereka bayangkan dapat terjadi: buruh dan tani menumbangkan kapitalisme! Konkretnya, kekeramatan dari kepemilikan pribadi kaum kapitalis dan tuan tanah dilanggar. Pabrik disita untuk buruh, dan tanah disita untuk petani.

Menyambut 100 tahun Revolusi Rusia, Militan akan menerbitkan seri artikel pendek “Belajar Revolusi Oktober”. Seri ini akan mengupas sejumlah pelajaran yang bisa kita petik dari pengalaman kaum Bolshevik dalam mempersiapkan organisasi yang memungkinkan mereka menumbangkan kapitalisme dan memenangkan revolusi.

Dalam rangka memperingati 100 tahun Revolusi Oktober, Militan Indonesia mempersembahkan buku “Bolshevisme, Jalan Menuju Revolusi” karangan Alan Woods kepada seluruh rakyat pekerja. Buku ini mengupas sejarah Partai Bolshevik, dari masa lingkaran kecilnya sampai ke Revolusi Oktober dimana partai ini memimpin kelas buruh memenangkan revolusi sosialis.

Berikut adalah editorial dari majalah Socialist Appeal, seksi IMT (International Marxist Tendency) di Amerika Serikat.

“Tinggalkan yang lama. Sambut yang Baru.” Ini yang selalu menjadi pesan penyemangat tiap Tahun Baru. Namun di tengah semua pesta dan botol sampanye, tidak ada tanda-tanda optimisme atau harapan masa depan dari kelas penguasa dan para ahli strateginya sama sekali . Sebaliknya kolom-kolom pers borjuis diisi dengan pesimisme dan kekhawatiran.

Pada tahun 1847 Engels menulis dua draf program untuk Liga Komunis dalam bentuk sebuah katekismus1,  satu pada bulan Juni, dan satunya lagi pada bulan Oktober. Draf kedua, yang dikenal sebagai Principles of Communism (Prinsip-prinsip Komunisme) terbit pertama kali pada tahun 1914. Dokumen yang lebih awal, yakni Draft of the Communist Confession of Faith (Draf tentang Pengakuan Iman Komunis) baru ditemukan pada 1968. Dokumen ini terbit pertama kali pada 1969 di Hamburg, bersama dengan empat dokumen lain yang terkait dengan kongres pertama Liga Komunis, dalam sebuah buklet berjudul Gründungs Dokumente des

...

Pada 28 September1864, delegasi-delegasi dari berbagai negeri berkumpul di Balai St. Martin di London. Inilah upaya yang paling serius untuk mempersatukan lapisan-lapisan kelas pekerja yang paling maju dalam suatu skala internasional. Pertemuan itu dilakukan sebagai suatu konsekuensi dari solidaritas internasional dalam menanggapi perlawanan Polandia pada 1863.

Periode saat ini adalah periode paling penuh badai dan bergejolak dalam sejarah. Globalisasi kini mewujudkan diri sebagai suatu krisis kapitalisme global. Akibat dalamnya krisis dan semakin parahnya berbagai kondisi, semua hal kini berkembang dengan sangat pesat. Tahapan yang kini tengah menjelang adalah kebangkitan umum perjuangan kelas, dan pada kenyataannya, proses ini telah dimulai.

Tiga tahun setelah Gerakan Occupy Wall Street menyebar dari Manhattan ke sejumlah kota besar di seluruh dunia, gerakan Occupy Central dimulai, lebih awal daripada tanggal yang direncanakan, 26 September, dan setelah beberapa tahun diskusi dan demonstrasi, dengan deklarasi “era pembangkangan sipil”. Sebelumnya, para pelajar dan mahasiswa dari 25 universitas dan berbagai sekolah bergabung dalam pemogokan satu minggu yang diserukan oleh Hong Kong Federation of Students (HKFS) pada 22 September yang merupakan “peringatan terakhir kepada rejim”.

Berikut adalah dokumen perspektif dunia 2014, dalam bentuk draf yang akan didiskusikan dalam kongres dunia IMT pada bulan Agustus mendatang. Dokumen ini menyajikan analisa umum mengenai situasi ekonomi, politik, dan sosial dunia hari ini dan tugas-tugas apa yang harus dilakukan oleh kaum revolusioner. 

Ketegangan semakin tinggi di Thailand semenjak krisis politik yang telah berlangsung selama beberapa tahun ini mencapai puncaknya. Minggu lalu kudeta yudisial melengserkan Perdana Menteri Yingluck Shinawatra dan beberapa menterinya.

Hubungan disfungsional antara rakyat Amerika dengan pangan secara rutin diratapi dan dicemoohi dalam media massa serta dunia akademia. Sayangnya tidak pernah dijelaskan sama sekali apa sebenarnya akar dari disfungsi ini. Marxisme menjelaskan bahwa keadaan menentukan kesadaran. Lingkungan fisik dan sosial kita sangat mempengaruhi pilihan-pilihan yang kita ambil dengan sangat membatasi pilihan-pilihan yang disediakan pada kita.

Internasionalisme Lenin tidak memerlukan rekomendasi. Ciri khusus internasionalisme Lenin adalah pemutusan hubungan sepenuhnya dengan pemalsuan internasionalisme yang menjangkiti Internasional Kedua pada hari-hari awal pecahnya perang dunia [Pertama]. Para pimpinan resmi “Sosialisme”, dari atas kursi-kursi parlementernya, dengan argumen-argumen abstrak dalam semangat Kosmopolit yang tua, menyelaraskan kepentingan-kepentingan tanah air dengan kepentingan-kepentingan umat manusia. Dalam prakteknya, seperti yang kita ketahui, ini mengarah pada dukungan terhadap tanah air yang serakah melalui kelas proletar.