Indonesian

Berikut ini adalah dokumen perspektif politik dunia 2012 yang disetujui oleh Kongres Dunia Tendensi Marxis Internasional (IMT) pada Agustus 2012

Sebelum mencoba menjawab pertanyaan-pertanyaan Anda, saya harus mengingatkan Anda bahwa saya tidak pernah punya kesempatan untuk mempelajari bahasa Yahudi, yang hanya berkembang setelah saya dewasa[1]. Saya tidak punya kesempatan untuk mengikuti pers Yahudi, yang mencegah saya untuk memberikan pendapat yang tepat mengenai berbagai aspek yang begitu penting dan tragis. Oleh karenanya saya tidak bisa mengklaim punya otoritas khusus untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan Anda. Akan tetapi saya akan mencoba menjawabnya dan menyampaikan pendapat saya.

Partai Sosial Demokrat [Rusia], yang merupakan ekspresi sadar dari gerakan kelas buruh, bertujuan membebaskan rakyat pekerja sepenuhnya dari segala bentuk penindasan dan eksploitasi. Pencapaian tujuan ini -- penghapusan kepemilikan pribadi atas alat-alat produksi dan pembentukan masyarakat sosialis -- mensyaratkan perkembangan kekuatan-kekuatan produksi yang sangat tinggi dan pengorganisasian kelas buruh yang tinggi. Perkembangan penuh kekuatan-kekuatan produksi di dalam masyarakat borjuis moderen, perjuangan kelas yang luas, bebas, dan terbuka, dan pendidikan, pelatihan, dan pengorganisiran politik massa proletar adalah mustahil tanpa kebebasan politik. Oleh karenanya, kaum proletariat

...

Pada 1 Maret 1881, kereta kuda Tsar Alexander II[1] sedang melewati Kanal Catherine di kota St. Petersburg, ketika seorang anak muda tiba-tiba melempar apa yang tampaknya seperti bola salju. Ledakan yang menyusul tidak mengenai targetnya, dan sang Tsar turun, tidak terluka, untuk berbincang dengan beberapa tentara Cossack[2] yang terluka. Saat itu juga teroris kedua, Grinevetsky, cepat melompat ke depan dan berkata: “Terlalu cepat untuk berterimakasih pada Tuhan”, dan melempar bom ke kaki sang Tsar. Satu

...

Tulisan Lenin pada 1902 ini masihlah sangat relevan hari ini, dimana dia berbicara mengenai pentingnya buruh untuk melakukan agitasi politik yang luas dan tidak berkutat pada ekonomisme saja. Ketika hari ini buruh mulai bergerak melewati batasan ekonomisme, tulisan ini wajib dibaca oleh setiap kaum buruh revolusioner yang ingin membawa perjuangan buruh lebih dekat ke sosialisme. (Diterjemahkan oleh Ted Sprague).

Pada pemilu Yunani baru-baru ini, kekuatan kiri meraih suara besar: SYRIZA 17%, Partai Komunis Yunani (KKE) 8.5%, Democratic Left 6.1%). Dalam pemilu ini KKE mengalami stagnasi walaupun partai-partai borjuis mengalami kemunduran besar. Berikut ini adalah kritik dari seorang anggota Komite Nasional Pemuda Komunis Italia mengenai taktik sektarian KKE yang menghambatnya untuk meraih hegemoni di periode revolusioner yang sekarang sedang menggoyang Yunani. Ini ditulis sebelum pemilu berlangsung, dan kritiknya sangat relevan terutama melihat stagnasi KKE. (Redaksi Militan)

Berikut ini adalah saduran dari Perspektif Politik Dunia 2012, mengupas mengenai krisis di Eropa dan bagaimana krisis ekonomi ini memicu krisis politik terbesar di Eropa.

Pemilu presidensial Mesir yang sarat dengan kecurangan akan menjalani putaran kedua pada 16-17 Juni. Dalam pemilu ini, Ahmad Shafiq, salah satu mantan menteri rejim Mubarak, akan berhadapan dengan Mohammed Morsi dari Ikhwanul Muslimin. Kaum Marxis tidak dapat memberikan dukungan kepada siapapun di antara mereka berdua. Kedua orang ini mewakili kekuatan-kekuatan konter-revolusi. Namun, kelompok Sosialis Revolusioner (SR) di Mesir justru memutuskan untuk memberikan dukungan kepada Ikhwanul Muslimin. Ini merupakan suatu kesalahan yang sangat besar.

Kontribusi-kontribusi yang diberikan di dalam dokumen ini oleh Kawan Alan Woods, dan Kawan Adam Booth membentuk bagian dari pengalaman kolektif tendensi kita dari kerja mahasiswa pertama kita yang serius pada tahun 1960-an di Universitas Sussex sampai kerja kita hari ini. Oleh karenanya, kontribusi mereka ini harus disambut oleh semua kamerad-kamerad mahasiswa dan juga buruh – sebagai dokumen penting kelanjutan (kontinuitas) dan aplikasi praktis dari kerja kita sebagai kaum Marxis revolusioner di dalam medan politik mahasiswa. Lebih dari itu, pengalaman-pengalaman ini mengandung pelajaran-pelajaran yang relevan tidak hanya di kampus universitas, tetapi pada kenyataannya dapat

...

Hari ini menandai 72 tahun aksi pembunuhan yang dilakukan terhadap Leon Trotsky. Seorang agen Stalinis yang pengecut menikam kepalanya dengan kapak es. Trotsky jatuh koma. Ia meninggal dunia pada keesokan harinya, 21 Agustus 1940.

Dalam satu setengah tahun terakhir, Revolusi Arab dan badai-badai di Eropa telah mendorong diri mereka ke depan. Revolusi Amerika Latin, sebaliknya, tampak bergerak lebih lambat daripada sebelumnya. Perkembangan seperti ini adalah tak terelakkan, yang merefleksikan karakter perkembangan revolusi dunia yang tergabungkan dan tak-berimbang. Tetapi ada juga perkembangan-perkembangan penting di Amerika Latin, dengan beberapa peristiwa penting yang sedang dipersiapkan di bulan-bulan ke depan.

Gerakan revolusioner massa rakyat Arab niscaya mempengaruhi secara besar Afrika Sub-Sahara, menggerakkan massa yang selama berpuluh-puluh tahun telah dipaksa hidup secara menggenaskan. Segera setelah awal dari Musim Semi Arab, ledakan-ledakan kekecewaan massa terjadi di banyak negara-negara sub-Sahara, terutama di Burkina Faso, Senegal, Malawi, Zambia, dan Swaziland, tetapi ledakan-ledakan kecil terjadi juga di semua negara-negara Afrika, dan pada umumnya ketegangan antara massa dan penguasa mereka telah menjadi lebih besar.

Kemanapun kapitalis mencari, mereka tidak menemukan solusi. Ilusi bahwa Asia dapat menyelamatkan mereka, dengan cepat menguap. Mereka dibangunkan oleh kenyataan bahwa Asia, kendati potensi produksinya yang besar, tidak akan dapat menggantikan hilangnya permintaan dan produksi di Eropa dan AS. Ini dicontohkan oleh Jepang, yang sudah berubah dari model negara yang tumbuh berkembang menjadi sebuah negara yang dijangkiti oleh stagnasi jangka panjang, pengangguran yang meningkat, dan kontradiksi sosial yang semakin besar.

Amerika Serikat hampir bangkrut dan tidak mampu membayar utang publik sebesar 14.3 trilyun dolar AS pada Agustus 2011, ketika administrasi Obama pada menit-menit terakhir membuat perjanjian baru untuk menaikkan limit utang mereka. Krisis ini menyebabkan perpecahan yang terbuka dan pahit antara kaum Republikan dan Demokrat, yang mewakilkan lapisan-lapisan kelas kapitalis yang berbeda.

Tendensi kita sebelumnya tidak percaya kalau euro dapat terbentuk, karena kemustahilan menyatukan ekonomi-ekonomi yang bergerak ke arah yang berbeda-beda. Tetapi untuk sementara mereka mampu melakukan ini, karena boom kapitalis yang berkepanjangan. Pada dokumen tahun 1997, “A Socialist Alternative to European Union”, kami mengatakan bahwa euro akan runtuh karena “mereka akan saling menyerang”. Skenario ini sekarang mulai terjadi di depan mata kita.

Situasi dunia sedang berubah dengan kecepatan kilat. Setelah Revolusi Arab, peristiwa-peristiwa sapng susul menyusul dengan cepat: gerakan indignadosdi Spanyol; gelombang pemogokan dan demonstrasi di Yunani; kerusuhan-kerusuhan di Inggris; gerakan di Wisconsin dan gerakan Okupasi di AS; tumbangnya Gaddafi; jatuhnya Papandreou dan Berlusconi; semua ini adalah gejala-gejala dari epos sekarang ini.

Rakyat Yunani yang menolak program penghematan kapitalis menemukan ekspresi politik mereka di dalam Partai SYRIZA. Kaum Marxis Yunani di dalam SYRIZA - - yang tergabung dalam Marxistiki Foni, Seksi IMT di Yunani - mengajukan proposal 10 Poin Programatik untuk mempersenjatai SYRIZA sebagai wadah perjuangan melawan krisis kapitalisme.

Berikut ini adalah surat terbuka dari dewan editorial majalah Marxis bahasa Arab, Freedom and Communism, untuk kelompok Revolutionary Socialists di Mesir, mengenai posisi mereka dalam pemilu presiden mendatang. Surat ini meminta kawan-kawan Revolutionary Socialists untuk meninggalkan posisi keliru mereka (mendukung Ikhwanul Muslimin) dan menyerukan boikot pemilu presidensial mendatang.

Pada Senin, 21 Mei, terjadi upaya pembunuhan terhadap Kamerad Abraham Rivas, yang berhasil digagalkan. Rivas adalah Sekretaris Jenderal Nasional Serikat Buruh Helados EFE (SINATRASOHE) dan Sekretaris Jenderal Federasi Nasional Kaum Buruh Perusahaan-perusahaan Makanan, Minuman, dan yang Lain-lainnya (FENACTRALBECA) yang baru terbentuk, yang mengorganisir kaum buruh di 21 perusahaan miliki Grup POLAR. Ia juga seorang aktivis Bolivarian revolusioner dan anggota IMT (Tendensi Marxis Internasional) seksi Venezuela, Lucha de Clases.

Empat tahun telah berlalu sejak pemilu presidensial yang terakhir, dan sekali lagi, buruh Amerika mendapati dirinya tanpa pilihan-pilihan yang nyata. Jelas bila ia terpilih menjadi presiden, Mitt Romney akan melepaskan serangan “Scott Walker on steroids” habis-habisan terhadap klas buruh. Tapi apakah itu berarti bahwa kaum buruh tidak mempunyai pilihan kecuali memberikan suara mereka kepada Partai Demokrat? Apakah “kematian politik dan ekonomi di tiang gantungan” atau “kematian politik dan ekonomi karena tenggelam” benar-benar merupakan satu-satunya pilihan yang tersedia?

Francois Hollande baru saja disumpah menjadi Presiden Prancis, di era dimana Eropa sedang mengalami gejolak besar. Segera setelah menang, bursa saham dunia anjlok karena ia merefleksikan penolakan rakyat terhadap program penghematan kapitalis yang ingin dipaksakan kepada rakyat pekerja Prancis. Namun, apa Hollande dan reformismenya mampu menyelamatkan rakyat pekerja Prancis dari kebuasan kapitalisme? Berikut artikel dari seorang anggota Partai Komunis Prancis dan editor majalah La Riposte, seksi IMT di Prancis. (Redaksi Militan)

Dalam analisa terakhir, terorisme menjadi sebuah instrumen di tangan kaum penindas untuk melawan mayoritas yang tertindas. Selama bertahun-tahun elit penguasa Nigeria telah mempertahankan cengkeramannya atas negeri itu berdasarkan metode devide et impera, pecah-belah dan kuasai, suatu metode yang diwarisi dari masa lalu, dari tuan-tuan majikan penjajah mereka dan disempurnakan oleh elit penguasa Nigeria.

Sejarah terjadi hari ini, 9 Januari 2012, ketika orang-orang Lagos dalam jumlah ribuan mendengarkan panggilan Organisasi Buruh dan Masyarakat Sipil (Labour and Civil Society Organisation, LASCO) untuk memulai suatu pemogokan/protes massa di seluruh negeri untuk mengekspresikan ketidakpuasan mereka terhadap kenaikan harga minyak yang diumumkan oleh pemerintah pimpinan Goodluck Jonathan pada tanggal 1 Januari. LASCO meliputi dua sentra buruh di Nigeria, yakni Kongres Buruh Nigeria (Nigeria Labour Congress, NLC) dan Kongres Serikat Buruh (Trade Union Congress, TUC) serta Front Aksi Bersama (Joint Action Front, JAF) yang merupakan organisasi payung dari organisasi-organisasi masyarakat

...

Setelah menyusul Jepang, tahun ini Tiongkok menjadi perekonomian terbesar kedua di dunia. Sejumlah ahli bahkan telah memprediksikan bahwa pada akhir dekade ini Tiongkok mungkin akan menjadi perekonomian terbesar yang melampaui Amerika Serikat. Namun, ini didasarkan pada pendekatan yang mekanis, empiris, dimana Tiongkok akan mempertahankan laju pertumbuhan ekonominya. Di masa lalu, Jepang juga diperkirakan akan terus tumbuh, tapi kemudian kemunculannya yang secepat meteor terhadang oleh suatu periode stagnasi yang panjang.

"Tahun 1848 berakhir dengan baik,” tulis Engels. "Dengan revolusi yang agung ini, kaum proletariat Prancis telah menempatkan dirinya sendiri lagi pada pucuk pimpinan gerakan Eropa. Segala hormat bagi kaum buruh Paris!" Revolusi itu meluas ke seluruh Eropa, menandai sebuah perkembangan penting dalam perjuangan klas.

Tidak pernah ada begitu banyak kaum pasifis di dunia seperti sekarang ini, ketika di semua negeri manusia saling membunuh. Setiap epos sejarah tidak hanya memiliki tekniknya sendiri dan bentuk politiknya sendiri, tetapi juga kemunafikannya sendiri yang unik. Dulu kala, manusia saling menghancurkan atas nama ajaran Kristen mengenai cinta kasih kemanusiaan. Sekarang, hanya pemerintah-pemerintah terbelakang saja yang berperang atas nama Yesus Kristus. Negara-negara progresif saling memotong leher masing-masing atas nama pasifisme.

Berikut ini adalah ringkasan ceramah perspektif dunia yang disampaikan oleh Alan Woods dalam rangka Sekolah Dunia yang diselenggarakan oleh International Marxist Tendency di Italia pada bulan Agustus 2011 lalu. Ringkasan ini adalah catatan dari salah seorang peserta Sekolah Dunia tersebut, dan oleh karena itu mungkin tidak akurat dan tidak lengkap. Untuk lengkapnya, dengar rekaman audio ceramah tersebut di http://www.marxist.com/audio-alan-woods-world-perspectives-2011.htm

"Tahun 1848 berakhir dengan baik,” tulis Engels. "Dengan revolusi yang agung ini, kaum proletariat Prancis telah menempatkan dirinya sendiri lagi pada pucuk pimpinan gerakan Eropa. Segala hormat bagi kaum buruh Paris!" Revolusi itu meluas ke seluruh Eropa, menandai sebuah perkembangan penting dalam perjuangan klas.

Artikel ini disadur dari bab IV buku “Hasil dan Prospek” (Prospek Kediktaturan Buruh) yang ditulis oleh Leon Trotsky pada tahun 1906.  Dalam artikel ini, Trotsky memprediksi bahwa kaum buruh Rusia, sebuah negara terbelakang, akan merebut kekuasaan dan melaksanakan revolusi sosialis. Sebelas tahun kemudian, prognosisnya terbukti di dalam Revolusi Oktober 1917 dimana kaum buruh Rusia memimpin revolusi sosialis  yang mengubah tatanan politik dunia pada abad ke-20. Kaum buruh Indonesia kini dihadapkan pada tugas yang sama, dan perdebatan yang serupa juga terjadi di dalam gerakan Indonesia: apa prospek revolusi sosialis di Indonesia? Rusia bukan Indonesia, dan Indonesia bukan

...

Betapa orang kuat itu telah jatuh! Apapun kebenaran dari tuduhan-tuduhan tentang pelecehan seksual dan pemerkosaan yang dilontarkan kepadanya di New York, Dominique Strauss-Kahn bersalah atas kejahatan-kejahatan yang mengerikan. Sebagai kepala IMF, ia bersalah melakukan pemerkosaan politik terhadap rakyat pekerja dan bagian-bagian masyarakat yang paling miskin di banyak negeri berkembang. Ia bersalah atas pemerkosaan Yunani dan Portugal. Sebelum mendapati dirinya meringkuk di dalam penjara, ia “berkontribusi” dalam mengunci jutaan orang di dalam sebuah neraka dunia. Resep-resep “perbaikan”-nya yang brutal telah menimpakan penderitaan dan kesukaran terhadap kaum miskin demi melindungi

...

Tigapuluh dua tahun yang lalu, pada peralihan malam tanggal 3 dan 4 April 1979, Zulfiqar Ali Bhutto dibunuh di tiang gantungan di penjara Rawalpindi. Mungkin ini merupakan pembunuhan politik yang paling signifikan dalam sejarah Pakistan. Sebuah negara yang dicekam ketakutan, Pakistan dipimpin oleh diktator yang paling brutal dan ganas, Jenderal Zia ul Haq, yang mengambil tindakan-tindakan yang mengerikan.

Keganasan yang dengannya “komunitas internasional” dan media dunia mempersetan, menghina, dan mengutuk negara Pakistan telah mencengangkan elit penguasa setempat di negeri itu. Serangan-serangan yang menyengat, yang dilancarkan oleh para pemikir-strategis (think-tank) dan cendekiawan imperialis, terhadap ISI [agen rahasia Pakistan] dan pemerintahan negeri itu tidak pernah terjadi sebelumnya.

Sejak rakyat Afrika Selatan menggulingkan rezim Apartheid dan mendorong ANC (Kongres Nasional Afrika) ke dalam kekuasaan, kaum borjuasi Afrika Selatan, para ideolognya, dan media massanya, telah menggelar sebuah perang dusta dan fitnah yang terus menerus dari hari ke hari terhadap ANC, SACP (Partai Komunis Afrika Selatan), dan – organisasi-organisasi massa tradisional kaum muda, kaum buruh, dan kaum miskin Afrika Selatan.

Gelombang revolusioner yang bergerak melalui Timur Tengah telah memperoleh dimensi baru dengan letusan massa Palestina di sepanjang perbatasan Israel akhir pekan lalu. Setiap tanggal 15 Mei, warga Palestina memperingati Nakba (bencana) deklarasi kemerdekaan negara Israel tanggal 15 Mei 1948. Dalam beberapa tahun terakhir, protes telah ditandai dengan bentrokan antara pasukan keamanan Israel dan lemparan batu para pemuda Palestina, tapi kemarin untuk pertama kalinya peringatan tersebut terasa lebih luas dan lebih militan.

Pada tahun 1989, tentara Rusia yang terakhir menyeberangi Sungai Oxus. Dari Afghanistan mereka kembali ke Uni Soviet. Pada tahun itu juga, filsuf Amerika-Jepang di Universitas St. James, Maryland, yang juga seorang agen CIA, Francis Fukuyama, tampil dengan tesisnya yang keji: “Akhir Sejarah” (the End of History). Namun, meski Tembok Berlin telah runtuh dan Uni Soviet telah jatuh, tesis Fukuyama segera disangkal oleh sejarah itu sendiri dengan pecahnya Perang Teluk yang Pertama pada tahun 1991.

Pada 19 Maret, mayoritas rakyat Mesir memberikan suara dalam referendum, mendukung serangkaian amandemen terhadap Undang-undang Dasar. Meski demikian, kelirulah bila orang memandang bahwa pemberian suara tersebut sebagai dukungan terhadap kebijakan Dewan Tentara untuk melemahkan revolusi dan kembali pada normalitas kapitalis dengan perubahan-perubahan sesedikit mungkin.

Paragraf Introduksi: Mengatakan bahwa sebuah revolusi telah dimulai bukan berarti bahwa revolusi tersebut telah selesai, apalagi mengatakan bahwa kemenangan terjamin. Ini adalah sebuah pertarungan kekuatan-kekuatan yang hidup. Revolusi bukanlah drama satu babak. Ia merupakan sebuah proses yang rumit dengan berbagai arus pasang surut. Penggulingan Mubarak, Ben Ali dan Gannouchi menandai berakhirnya babak pertama, tetapi Revolusi belum sepenuhnya berhasil menggulingkan rezim lama, sementara rejim lama ini belum berhasil mengambil kembali kontrol.

Pada masa sebuah pemogokan atau revolusi orang merasa seperti manusia dengan harkat-martabat dan hak-hak asasinya.  Setelah hampir seumur hidup dipaksa bungkam, mereka mendapati bahwa mereka memiliki suara. Wawacara-wawancara dengan orang-orang di jalan-jalan adalah ekspresi yang indah tentang hal ini. Kaum miskin, orang-orang buta huruf berkata: kami akan bertarung, kami tidak akan meninggalkan jalan-jalan; kami menuntut hak-hak kami dan kami menuntut agar kami diperlakukan dengan hormat. Ini benar-benar suatu hal yang progresif. Inilah esensi sejati dari sebuah revolusi yang sejati.

Yang sedang kita lihat terbuka di hadapan kita adalah tahap-tahap awal dari revolusi sosialis dunia. Proses umum yang sama akan bergulir, kendali dengan ritme berbeda, di seluruh muka bumi. Akan ada pasang naik dan turun, kekalahan-kekalahan dan juga kemenangan-kemenangan, kekecewaan-kekecewaan dan juga keberhasilan-keberhasilan. Kita harus siap menghadapi ini. Namun tendensi umumnya adalah percepatan perjuangan kelas yang lebih besar dalam skala dunia.

Telah terjadi banyak diskusi di Amerika Latin tentang peristiwa-peristiwa yang sedang berlangsung di Libya. Artikel ini menjelaskan posisi IMT (International Marxist Tendency), yang mendukung perlawanan rakyat Libya, sementara pada saat yang sama mengutuk intervensi apapun dari pihak imperialis. Kami juga secara kritis mengkaji posisi yang diambil oleh Hugo Chavez dan Fidel Castro.

“Saya benar-benar percaya revolusi telah mengubah kita. Rakyat memperlakukan satu sama lain dengan berbeda.” Inilah kata-kata Sdri. Kamel, 50, satu dari banyak perempuan yang turun ke Lapangan Merdeka (Tahrir Square), yang secara aktif berpartisipasi dalam revolusi.

Di Venezuela, dan Amerika Latin secara keseluruhan, beberapa kaum Kiri telah mencitrakan seolah-olah Rezim Khaddafy adalah rezim anti-imperialis. Mereka gagal melihat watak sesungguhnya dari revolusi yang sedang terjadi. Berikut ini kami menerbitkan suatu pernyataan dari kaum Marxis Venezuela, Lucha de Clases, di mana mereka menjelaskan watak dari rezim tersebut dan menjelaskan perlunya mendukung perlawanan rakyat Libyan.

Setelah rakyat Tunisia menggulingkan Ben Ali, kita diberitahu oleh yang namanya para pakar analisis bahwa revolusi tidak akan menyebar ke Mesir. Setelah itu terjadi, para ahli ini tidak begitu yakin apa lagi yang akan terjadi selanjutnya. Gerakan-gerakan yang perkasa telah bermunculan di Yordania dan Yaman, juga protes-protes besar di Aljazair dan negeri-negeri yang lain. Sekarang Libya dan Bahrain turut dalam antrian, demikian pula Irak, sementara Yaman memanas lagi.

Hari ini menandai satu bulan setelah penumbangan revolusioner dari diktatur Ben Ali yang dibenci di Tunisia pada tanggal 14 Januari. Satu bulan ini telah dipenuhi dengan perjuangan terus menerus antara kelas penguasa yang ingin kembali ke normalitas borjuis dan kaum buruh dan muda yang ingin melanjutkan revolusi dan berjuang untuk menghentikan kembalinya rejim yang lama.

Hari ini menandai satu bulan setelah penumbangan revolusioner dari diktatur Ben Ali yang dibenci di Tunisia pada tanggal 14 Januari. Satu bulan ini telah dipenuhi dengan perjuangan terus menerus antara kelas penguasa yang ingin kembali ke normalitas borjuis dan kaum buruh dan muda yang ingin melanjutkan revolusi dan berjuang untuk menghentikan kembalinya rejim yang lama.

Sang tiran telah jatuh! Ketika saya menulis ini, Hosni Mubarak telah mundur. Ini adalah sebuah kemenangan yang besar, bukan hanya untuk rakyat Mesir, tetapi juga untuk kaum buruh seluruh dunia. Setelah 18 hari mobilisasi revolusioner terus-menerus, dengan 300 korban jiwa dan ribuan terluka, tirani 30 tahun Hosni Mubarak berakhir.