Teori perkembangan tergabungkan dan tak-berimbang Marxis menemukan ekspresinya yang paling sempurna di dalam relasi-relasi sosial Rusia yang teramat kompleks pada peralihan abad ke-20. Bersandingkan dengan mode kehidupan feodal, semi-feodal, dan bahkan pra-feodal, muncul pabrik-pabrik yang paling moderen, yang dibangun dengan kapital Prancis dan Inggris dengan teknologi yang paling muktahir.

Kasus kriminalisasi kawan Sultoni – pejuang buruh dari Serikat Progresif dan Sekber buruh – baru-baru ini, yang dijegal pasal “Perbuatan Tidak Menyenangkan” oleh pemilik modal, mendorong sebuah pertanyaan yang awalnya tampak sepele tetapi kalau kita telaah lebih jauh ternyata cukup fundamental di dalam perjuangan buruh. Ini menyangkut masalah “senang” dan “tidak senang”.

Berikut ini adalah dokumen perspektif politik dunia 2012 yang disetujui oleh Kongres Dunia Tendensi Marxis Internasional (IMT) pada Agustus 2012

Sebelum mencoba menjawab pertanyaan-pertanyaan Anda, saya harus mengingatkan Anda bahwa saya tidak pernah punya kesempatan untuk mempelajari bahasa Yahudi, yang hanya berkembang setelah saya dewasa[1]. Saya tidak punya kesempatan untuk mengikuti pers Yahudi, yang mencegah saya untuk memberikan pendapat yang tepat mengenai berbagai aspek yang begitu penting dan tragis. Oleh karenanya saya tidak bisa mengklaim punya otoritas khusus untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan Anda. Akan tetapi saya akan mencoba menjawabnya dan menyampaikan pendapat saya.

Partai Sosial Demokrat [Rusia], yang merupakan ekspresi sadar dari gerakan kelas buruh, bertujuan membebaskan rakyat pekerja sepenuhnya dari segala bentuk penindasan dan eksploitasi. Pencapaian tujuan ini -- penghapusan kepemilikan pribadi atas alat-alat produksi dan pembentukan masyarakat sosialis -- mensyaratkan perkembangan kekuatan-kekuatan produksi yang sangat tinggi dan pengorganisasian kelas buruh yang tinggi. Perkembangan penuh kekuatan-kekuatan produksi di dalam masyarakat borjuis moderen, perjuangan kelas yang luas, bebas, dan terbuka, dan pendidikan, pelatihan, dan pengorganisiran politik massa proletar adalah mustahil tanpa kebebasan politik. Oleh karenanya, kaum proletariat yang sadar kelas selalu berjuang untuk kebebasan politik yang sepenuh-penuhnya dan revolusi demokratik.

Pada 1 Maret 1881, kereta kuda Tsar Alexander II[1] sedang melewati Kanal Catherine di kota St. Petersburg, ketika seorang anak muda tiba-tiba melempar apa yang tampaknya seperti bola salju. Ledakan yang menyusul tidak mengenai targetnya, dan sang Tsar turun, tidak terluka, untuk berbincang dengan beberapa tentara Cossack[2] yang terluka. Saat itu juga teroris kedua, Grinevetsky, cepat melompat ke depan dan berkata: “Terlalu cepat untuk berterimakasih pada Tuhan”, dan melempar bom ke kaki sang Tsar. Satu setengah jam kemudian, Kaisar seluruh rakyat Rusia mati. Tindakan ini menandai salah satu periode yang paling penting di dalam sejarah revolusi – sebuah periode dimana segelintir anak-anak muda yang berdedikasi dan heroik melawan kekuatan negara Tsar. Namun keberhasilan para teroris ini dalam membunuh figur tertinggi dari otokrasi ini justru menghantarkan pukulan mematikan terhadap Narodnaya Volya[3] yang mengorganisirnya.

Tulisan Lenin pada 1902 ini masihlah sangat relevan hari ini, dimana dia berbicara mengenai pentingnya buruh untuk melakukan agitasi politik yang luas dan tidak berkutat pada ekonomisme saja. Ketika hari ini buruh mulai bergerak melewati batasan ekonomisme, tulisan ini wajib dibaca oleh setiap kaum buruh revolusioner yang ingin membawa perjuangan buruh lebih dekat ke sosialisme. (Diterjemahkan oleh Ted Sprague).

Pada pemilu Yunani baru-baru ini, kekuatan kiri meraih suara besar: SYRIZA 17%, Partai Komunis Yunani (KKE) 8.5%, Democratic Left 6.1%). Dalam pemilu ini KKE mengalami stagnasi walaupun partai-partai borjuis mengalami kemunduran besar. Berikut ini adalah kritik dari seorang anggota Komite Nasional Pemuda Komunis Italia mengenai taktik sektarian KKE yang menghambatnya untuk meraih hegemoni di periode revolusioner yang sekarang sedang menggoyang Yunani. Ini ditulis sebelum pemilu berlangsung, dan kritiknya sangat relevan terutama melihat stagnasi KKE. (Redaksi Militan)

Berikut ini adalah saduran dari Perspektif Politik Dunia 2012, mengupas mengenai krisis di Eropa dan bagaimana krisis ekonomi ini memicu krisis politik terbesar di Eropa.

Pemilu presidensial Mesir yang sarat dengan kecurangan akan menjalani putaran kedua pada 16-17 Juni. Dalam pemilu ini, Ahmad Shafiq, salah satu mantan menteri rejim Mubarak, akan berhadapan dengan Mohammed Morsi dari Ikhwanul Muslimin. Kaum Marxis tidak dapat memberikan dukungan kepada siapapun di antara mereka berdua. Kedua orang ini mewakili kekuatan-kekuatan konter-revolusi. Namun, kelompok Sosialis Revolusioner (SR) di Mesir justru memutuskan untuk memberikan dukungan kepada Ikhwanul Muslimin. Ini merupakan suatu kesalahan yang sangat besar.

Kontribusi-kontribusi yang diberikan di dalam dokumen ini oleh Kawan Alan Woods, dan Kawan Adam Booth membentuk bagian dari pengalaman kolektif tendensi kita dari kerja mahasiswa pertama kita yang serius pada tahun 1960-an di Universitas Sussex sampai kerja kita hari ini. Oleh karenanya, kontribusi mereka ini harus disambut oleh semua kamerad-kamerad mahasiswa dan juga buruh – sebagai dokumen penting kelanjutan (kontinuitas) dan aplikasi praktis dari kerja kita sebagai kaum Marxis revolusioner di dalam medan politik mahasiswa. Lebih dari itu, pengalaman-pengalaman ini mengandung pelajaran-pelajaran yang relevan tidak hanya di kampus universitas, tetapi pada kenyataannya dapat diaplikasikan juga di semua bidang aktivitas kita.

MARXIST.COM HOLIDAY BREAK

In Defence of Marxism will be publishing irregularly over the holiday period, and will resume regular output on 1 September.

Upcoming Events

No events found