Rakyat Mesir kembali bangkit melawan kediktatoran, kemiskinan, dan korupsi. Kemarin, 30 Juni 2013, jutaan massa rakyat membanjiri jalanan di kota-kota besar dan kota-kota kecil, mulai dari area pedesaan Mesir atas hingga jantung industri Delta Sungai Nil dan di semua jalan di daerah utara. Muhammad Morsi dan Ikhwanul Muslimin, yang dulu dipuji Barat sebagai penyelamat kapitalisme Mesir kini benar-benar dilucuti oleh revolusi. Takdirnya kini berada di tangan gerakan yang memiliki setiap kesempatan untuk menyingkirkannya.

Pada 23 Maret 1931, seorang pemuda berusia 23 tahun, Bhagat Singh, ikon revolusioner legendaris dalam perjuangan kemerdekaan rakyat anak benua India (sebelum India dan Pakistan dipecah oleh Inggris – Ed.), dan kawan-kawan seperjuangannya, Sukhdev Thapar dan Shivaram Rajguru, digantung di penjara pusat di Lahore.

Waziristan, daerah Pakistan utara yang berbatasan dengan Afghanistan, lama telah dikenal sebagai sarang Taliban dan Al-Qaeda. Sebuah daerah yang miskin dan penuh kesengsaraan, dimana mayoritas rakyatnya hidup di bawah cekikan feodalisme dan kekuatan gelap islam fundamentalisme yang menjadi pentungan kaum feodalis. Belakangan ini penderitaan mereka diperparah dengan serangan-serangan pesawat drone dari militer AS, yang “perang melawan teror”nya justru menjadi teror terhadap rakyat miskin Waziristan. Waziristan, de fakto, adalah zona perang.

Karakter perkembangan gerakan buruh sering kali dapat ditengok dari perhelatan May Day yang dilakukan oleh buruh. Jumlah massa yang terlibat, slogan-slogan yang diajukan dan metode aksi massa yang digunakan dapat menjadi alat ukur dua hal: di satu pihak, tingkat kesadaran kelas massa buruh dan, di lain pihak, tingkat kesiapan kepemimpinan dan organisasinya. Tentunya sebuah aksi May Day hanyalah satu jepretan foto saja dari dinamika pergerakan buruh yang terus berubah, dan akan menjadi berlebihan dan bahkan sia-sia kalau kita mencoba menaksir situasi gerakan buruh dari satu kejadian ini saja. Namun bila May Day kita lihat dalam keseluruhannya – yakni perkembangannya dari tahun ke tahun dan dalam konteks gerakan buruh yang ada – ia dapat memberikan kita sebuah gambaran yang lebih jelas. Sebagai ajang tahunan terbesar, yang menarik buruh luas karena nilai historis dan simboliknya, May Day adalah barometer gerakan buruh yang cukup baik.

Berikut adalah wawancara yang dilakukan surat kabar Venezuela, El Universal, dengan Alan Woods, pemimpin dan teoritisi IMT (International Marxist Tendency), tidak lama setelah meninggalnya Chavez. (El chavismo según los chavistas, 24 Maret 2013).  Alan Woods dikenal baik oleh almarhuma Chavez, dan telah bertemu dan berdiskusi dengannya dalam beberapa kesempatan. Buku-buku Alan, “Reason in Revolt” dan  “Reformasi atau Revolusi”, telah dibaca oleh Chavez dan dalam berbagai kesempatan dibicarakan dalam pidato-pidatonya.

Berikut adalah wawancara yang dilakukan surat kabar Venezuela, El Universal, dengan Alan Woods, pemimpin dan teoritisi IMT (International Marxist Tendency), tidak lama setelah meninggalnya Chavez. (El chavismo según los chavistas, 24 Maret 2013).  Alan Woods dikenal baik oleh almarhuma Chavez, dan telah bertemu dan berdiskusi dengannya dalam beberapa kesempatan. Buku-buku Alan, “Reason in Revolt” dan  “Reformasi atau Revolusi”, telah dibaca oleh Chavez dan dalam berbagai kesempatan dibicarakan dalam pidato-pidatonya.

Kandidat Bolivarian Nicolas Maduro memenangkan pemilihan presiden 14 April dengan marjin yang tipis. Dengan sudah terhitungnya 99.12% suara, tingkat partisipasi rakyat Venezuela dalam pemilu adalah 78.71%. Maduro menerima 7,505,378 suara (50.66%), dan Capriles 7,270,403 suara (49.07%). Capriles menyatakan bahwa dia tidak menerima hasil ini dan menuntut audit 100%.

Disini Trotsky berbicara mengenai arti persatuan serikat buruh, dan bagaimana adalah tugas kaum buruh revolusioner yang paling maju untuk bergerak masuk ke serikat-serikat reformis guna memenangkan buruh-buruh di sana ke program mereka.

Berikut ini kami sajikan laporan dari Kongres ke-32 dari The Struggle, sebuah organisasi Marxis di Pakistan yang merupakan seksi dari International Marxist Tendency (IMT), yang dihadiri lebih dari 2500 kamerad. Kongres akbar ini menunjukkan kekuatan Marxisme di tengah kegelapan reaksioner rejim Pakistan, dimana gagasan Marx, Engels, Lenin, dan Trotsky dapat dibangun bahkan di tengah situasi yang teramat sulit.

Jam 10 pagi, tanggal 1 Maret 1898, sembilan orang berkumpul di rumah seorang buruh rel-kereta Rumyantsev di sebelah barat kota Minsk. Dengan alasan untuk merayakan hari penamaan istrinya Rumyantsev, mereka berkumpul. Di kamar sebelah, tungku penghangat dinyalakan, bukan karena udara dingin tetapi untuk membakar dokumen-dokumen rahasia bila polisi datang menggrebek.

Alexander III meninggal pada 1 November 1894, dan digantikan oleh anaknya, Nicholas II. Pada bulan Januari setahun kemudian, pada saat pernikahan sang raja yang megah, kaum liberal Zemstvo mengumpulkan keberanian mereka dan mengirim sebuah petisi dalam bentuk ucapan selamat: “Kami sangat berharap kalau suara rakyat akan selalu dapat terdengar di ketinggian singgasana raja.” Nicholas II menjawab dengan sangat tajam: “Saya sangat senang melihat perwakilan-perwakilan dari semua kelas berkumpul untuk menyatakan kesetiaan mereka. Saya percaya akan ketulusan dari sentimen kesetiaan tersebut, yang memang adalah sesuatu yang harus dilakukan oleh setiap penduduk Rusia. Tetapi saya tahu bahwa belakangan ini, di beberapa pertemuan Zemstvo, terdengar suara orang-orang yang bermimpi akan partisipasi para perwakilan Zemstvo di dalam urusan-urusan administrasi internal. Biarlah semua orang tahu bahwa saya, sementara membaktikan seluruh tenaga saya untuk kesejahteraan rakyat, akan mempertahankan prinsip otokrasi dengan tegas dan tanpa-keraguan seperti ayah saya.”

MARXIST.COM HOLIDAY BREAK

In Defence of Marxism will be publishing irregularly over the holiday period, and will resume regular output on 1 September.

Upcoming Events

Revolution 2018 - a three-day festival of Marxist ideas

(Date: 19 Oct 06 pm - 21 Oct 06 pm )
Calendar: In Defence of Marxism
Malet Street, WC1E 7HY London, United Kingdom
19 Oct 6:00 pm (BST) - 21 Oct 6:00 pm (BST)
Revolution 2018 - a three-day festival of Marxist ideas
Revolution 2018 is a three-day festival of Marxist ideas, hosted by Socialist Appeal, In Defence...
Free event