Ringkasan Ceramah Perspektif Dunia dari Sekolah Dunia IMT 2011

Berikut ini adalah ringkasan ceramah perspektif dunia yang disampaikan oleh Alan Woods dalam rangka Sekolah Dunia yang diselenggarakan oleh International Marxist Tendency di Italia pada bulan Agustus 2011 lalu. Ringkasan ini adalah catatan dari salah seorang peserta Sekolah Dunia tersebut, dan oleh karena itu mungkin tidak akurat dan tidak lengkap. Untuk lengkapnya, dengar rekaman audio ceramah tersebut di http://www.marxist.com/audio-alan-woods-world-perspectives-2011.htm

Kejadian-kejadian sedang bergerak dengan kecepatan laksana kilat. Sejak awal tahun 2011, kita menyaksikan Revolusi Arab: ini adalah suatu gejala dari epos sekarang, bahwa sesuatu yang fundamental telah berubah dalam segenap situasi.

Revolusi di Suria sepertinya terjadi dengan tiba-tiba, tanpa peringatan, begitulah kelihatannya bagi burjuasi. Mereka tidak mengerti apa-apa. Para pakar ekonomi, politisi, dan jurnalis tidak mengerti apa-apa.

Namun, Revolusi Arab adalah sebuah titik-balik yang fundamental di dalam sejarah, tapi hanya materialisme-dialektis yang dapat memahaminya. Empirisisme burjuis tidak mampu memahami proses-proses yang sedang bekerja pada suatu tataran yang lebih mendalam. Inilah yang harus dipahami oleh kamerad-kamerad di setiap seksi: perkara-perkara dapat dan memang dan akan berubah dengan mendadak menjadi perkara-perkara yang sebaliknya.

Selama sekian dekade kelihatannya rakyat-rakyat Skandinavia hidup dalam kedamaian. Tidak ada sesuatu pun yang terjadi. Itulah yang mereka pikirkan di Norwegia sampai sepekan yang lalu, saat terjadi pembantaian yang mengerikan. Itu bukan tindakan satu orang gila. Itu memperlihatkan kontradiksi-kontradiksi yang telah terbangun di dalam kapitalisme.

Trotsky pada tahun 1938 mengatakan: “Kaum kapitalis sedang meluncur deras menuju bencana dengan mata mereka yang tertutup.” Saya pikir kita perlu merubah pernyataan ini: “Kaum kapitalis sedang meluncur deras menuju bencana dengan mata mereka yang terbuka lebar-lebar.” Mereka dapat melihat apa yang sedang terjadi. Mereka dapat melihat apa yang sedang terjadi dengan Uni Eropa. Di Amerika mereka dapat melihat apa yang sedang terjadi dengan defisit anggaran mereka.

Tapi, mereka tidak tahu apa yang harus dilakukan. Faktanya, mereka belum pulih dari krisis tahun 2008. Tidak ada “tunas-tunas muda”, kendati mereka memompakan ratusan milyar dollar ke dalam perekonomian. Suntikan dana itu memang membantu menghindari sebuah krisis seperti Oktober 1929, tapi tidak menyelesaikan apa-apa. Ini telah mengubah lubang hitam sistem finansial swasta menjadi lubang hitam raksasa keuangan publik.

Mereka telah menghindari keruntuhan bank-bank. Tapi dengan harga apa? Harganya adalah kebangkrutan dan kolapsnya pemerintahan-pemerintahan. Itulah yang terjadi di Islandia. Dulunya itu hanya terjadi di negeri-negeri seperti Argentina. Dan mari kita ingat apa yang terjadi 10 tahun yang lalu di Argentina: pemerintah harus melarikan diri untuk menghindari kemarahan massa-rakyat. Ada lima presiden dalam 10 pekan. Itu sebuah situasi yang revolusioner, tapi tidak ada partai revolusioner yang sanggup memimpin revolusi. Begitu banyak sekte yang besar di sana, tapi tidak ada satu pun yang sanggup memimpin gerakan untuk melangkah ke depan. Dan inilah yang terjadi di Eropa saat ini, situasi-situasi yang revolusioner.

Tendensi kita mengantisipasi kejatuhan ekonomi akan terjadi sebelum saat yang sekarang ini. Kejatuhan tersebut tertunda, dan tertunda, dan tertunda, yang mempunyai dampak tertentu pada perspektif-perspektif kita. Tapi hal pertama yang harus kita tanyakan adalah: mengapa?

Sebuah dokumen perspektif dari masa 10 tahun yang lalu telah menjelaskan hal-hal yang fundamental (“On a Knife’s Edge”; terjemahan Indonesia: “Di Atas Mata Pisau”). Mereka menunda kejatuhan ekonomi dengan kredit, tapi harganya sangat mahal: pada akhirnya membuat kejatuhan ekonomi itu menjadi lebih dalam. Burjuasi tidak memahami hal ini. Teori utama mereka adalah Hukum-nya Say, yang mengatakan bahwa bila pasar-pasar dibiarkan pada dirinya sendiri, pasar-pasar itu akan menemukan tataran yang tepat.

Namun faktanya adalah pasar-pasar ini hanya bisa bertahan karena bantuan dari negara. Dan ketika kejatuhan ekonomi yang tak terelakkan itu terjadi, para pakar ekonomi burjuis mejelaskannya sebagai suatu “credit crunch”. Tapi apa itu kredit? Marx menjelaskannya sebagai suatu cara untuk mengatasi kontradiksi-kontradiksi dengan menundanya di masa depan, dengan suatu bobot yang lebih besar.

Kredit tidak bisa berlanjut. Mereka tidak bisa lagi menggunakan instrumen-instrumen yang telah mereka gunakan di masa silam. Bagaimana mereka bisa menyusutkan tingkat bunga untuk merangsang pertumbuhan? Tingkat suku bunga sudah mendekati nol. Dalam beberapa kasus, bahkan negatif (Jepang). Dan sampai utang-utang yang masif dibayar kembali, pihak-pihak yang meminjamkan uang tidak berkepentingan untuk memperluas kredit.

Kaum reformis melontarkan kembali rancangan Keynesian: perbesar belanja publik. Tapi sudah ada utang publik yang sangat besar. Alih-alih, pemerintah-pemerintah sedang menyusutkan pembelanjaan, memberhentikan para pekerja publik, dan semakin memperhebat krisis over-produksi.

Ada sebuah pepatah lama, “Semua jalan menuju Roma.” Ada versi modern, kapitalisnya: “Semua jalan menuju kehancuran.”

Menurut Keynesianisme, Anda harus memotong tingkat suku bunga untuk mendorong pertumbuhan. Tapi bank-bank mulai menaikkan tingkat suku bunga karena takut terhadap inflasi. Alasan mengapa mereka telah menaikkan tingkat suku bunga adalah demi menyelamatkan Euro, yang ada dalam bahaya, yakni bahaya kejatuhan. Financial Times mengakui hal ini. Krisis Yunani mengancam Euro dan Uni Eropa itu sendiri.

Bagaimana ini mungkin? Bagaimana mungkin Presiden Obama memberikan pesan kepada Eropa, “Anda harus mengatasi persoalan Euro”? Ia tidak memiliki keprihatinan yang lembut terhadap rakyat Yunani. Ilmu ekonomi burjuis tidak mempedulikan rakyat.

Ada suatu perpecahan di kalangan kekuatan-kekuatan imperialis perihal bagaimana menghadapi krisis Yunani, tapi mereka berupaya merajut suatu kesepakatan untuk mendekati persoalan itu. Tapi apa yang telah dicapainya?

Bahkan setelah bail-out yang terakhir, utang yang diakibatkannya tidak dapat dibayar oleh Yunani. Semua yang telah mereka lakukan adalah menunda krisis sekali lagi. Dalam waktu beberapa bulan akan ada krisis lain; Yunani akan gagal membayar utang; dan Yunani akhirnya akan dikeluarkan dari Uni Eropa – dengan membawa bencana kepada rakyat Yunani.

Dan seberapa bodoh? Banyak kaum kiri mempromosikan agar Yunani keluar dari Euro. Kembali ke mata uang Drachma. Tapi drachma akan tidak beharga. Ini akan membawa inflasi besar-besaran, menyapu tabungan-tabungan rakyat, dan membawa pengangguran yang massif. Anda sedang menyaksikan suatu situasi seperti Jerman 1923, yang akan menjadi sangat buruk namun membawa implikasi-implikasi revolusioner.

Ted Grant tidak berpikir Euro dapat didirikan, karena ketidakmungkinan mempersatukan perekonomian-perekonomian yang dipimpin dalam arah-arah yang berbeda. Tapi untuk sejurus waktu mereka dapat melakukan ini, karena boom kapitalis.

Kami memprediksikan dalam sebuah dokumen 1977 The Socialist Alternative to the Common Market (Alternatif Sosialis untuk Pasar Bersama), bahwa akhirnya antagonisme-antagonisme nasional akan memporakporandakan Uni Eropa, dengan membawa seluruh bangunan runtuh dengan “saling menyalahkan”

Gagasan bahwa Anda dapat mengisolasi Yunani – atau Inggris atau Islandia – adalah bodoh. Mereka semua terikat bersama seperti orang-orang yang sedang menempuh ekspedisi pendakian gunung terikat bersama dengan seutas tali. Ketika satu orang jatuh, ia akan menyeret yang lain-lainnya juga.

Inilah mengapa sangatlah urgen bagi mereka untuk menyelamatkan Yunani – untuk menyelamatkan yang lain-lainnya.

Dan kemudian ada Inggris. Kendati mereka tidak termasuk dalam Euro, bank-bank Inggris sangat terekspos pada Irlandia. Ketika Yunani jatuh, ketika mereka bangkrut dan tidak membayar hutang mereka, orang Irlandia dan orang Portugal akan mengatakan “Mengapa kita harus membayar?” Dan pasar-pasar internasional akan merefleksikan spekulasi tentang kejadian-kejadian ini, dana akan meningkatkan tekanan pada negeri-negeri ini untuk mendorong mereka kepada kegagalan.

Siapa yang akan membayar utang-utang ini? Di sinilah poin yang menarik. Sekolah Internasional kita akan mendiskusikan revolusi. Tahukah Anda bagaimana Revolusi Inggris dan Revolusi Prancis dimulai? Kedua negara tersebut bangkrut, dan pretanyaan yang diajukan, “Siapa yang membayar?” Kaum bangsawan menolak untuk membayar, dan itu jugalah pertanyaan sekarang ini.

Bahkan AS – kecuali dalam waktu dua hari ada sesuatu yang dilakukan, AS akan gagal membayar utang publik sebesar 13.4 trilyun dollar. Kendati kedua partai burjuis membela kepentingan-kepentingan klas kapitalis, mereka mempunyai pendapat yang berbeda tentang bagaimana membela kapitalisme. Suatu perselisihan yang terbuka dan pahit telah berlangsung ata pertanyaan tentang bagaimana menangani utang.

Partai Republik menginginkan pemotongan-pemotongan yang dalam. Obama berkata, “Oke, saya seorang yang rasional, lakukan beberapa pemotongan. Kita hanya akan meningkatkan beberapa pajak.” Kongres sekarang penuh dengan orang-orang Tea Party yang gila yang tidak menginginkan pajak.

Saya percaya mereka akan mencapai suatu kesepakatan untuk menaikkan limit utang [Catatan: beberapa hari kemudian perspektif ini menjadi kenyataan. Partai Demokrat dan Republikan sepakat menaikkan batasan hutang Amerika]. Mereka harus melakukannya. Tapi ini akan mempunyai suatu dampak yang sangat mencemaskan pada pasar-pasar, di mana kepercayaan kepada nilai dollar akan jatuh, dengan membawa penjualan dollar dan kejatuhan nilainya. Dan ini semua akan kembali ke Yunani yang kecil.

Asia tidak akan mampu menyelamatkan situasi ini. Pada satu waktu terpikir bahwa Jepang akan mampu menyelamatkan AS. Tapi Jepang saat ini mempunyai level utang 225% dari PDB. Ini sebagian karena gempa bumi, tapi perekonomian Jepang sudah berangsur-angsur menurun sebelum itu.

Tiongkok harus mengekspor untuk terus berproduksi. Tapi di mana pasar mereka semasa kemunduran ekonomi ini?

Di mana-mana mereka mencari, tidak ada solusi. Dan para pakar ekonomi burjuis sedang menggambarkan pemulihan saat ini sebagai yang  paling lemah sejak 1830. Pemulihan ini akan jatuh ke dalam kejatuhan yang baru.

Lenin berkata bahwa politik adalah ekonomi yang terkonsentrasi. Kita tidak tertarik pada ilmu ekonomi pada dirinya sendiri – sepenting apapun itu – tapi pada dampak ekonomi pada perjuangan klas.

Kita telah mengatakan (dan ini telah dinyatakan dalam Kongres II Komunis Internasional atau Komintern) bahwa setiap langkah yang diambil burjuis untuk menangani krisis ini akan mengintensifkan perjuangan klas.

Di Prancis tahun lalu kita telah menyaksikan suatu perlawanan besar terhadap pemotongan-pemotongan. Baru-baru ini kita menyaksikan protes-protes terbesar di Portugal sejak revolusi 1975. Di sini di Italia ada beberapa pemogokan besar baru-baru ini. Di Yunani saya kehilangan perhitungan, tapi agaknya telah terjadi sebanyak 12 kali pemogokan umum selama satu tahun belakangan

Telah ada gerakan-gerakan kaum muda yang besar di Inggris dan Spanyol. Gerakan di Spanyol secara langsung diilhami oleh Lapangan Merdeka-nya Mesir. Pada gilirannya, aksi-aksi Spanyol mengilhami pendudukan serupa atas lapangan-lapangan di Yunani. Atena tercekik dengan gas air mata ketika pemerintahan sosial demokrat yang manis membubarkan kaum muda revolusioner.

Ini semua adalah perkembangan-perkembangan yang sangat penting yang harus kita analisa.

Setelah 45 tahun kita jalani dalam gerakan, kita mulai menjadi lelah mendengarkan keluhan-keluhan kaum Kiri tentang “level kesadaran yang rendah” dari massa-rakyat. Mereka tidak melihat hal-ihwalnya secara dialektis. Mereka hanya menyimak situasi kekinian, dan tidak dapat melihat hal-ihwal dalam perkembangan mereka ketika mereka berubah.

Kesadaran manusia tidak revolusioner, tetapi secara mendalam konservatif. Orang-orang tidak menyukai perubahan, mereka menyukai stabilitas, karena itu lebih nyaman. Mereka akan bersikukuh berpaut pada masa kini sampai peristiwa-peristiwa memaksa mereka untuk berubah. Peristiwa-peristiwa, peristiwa-peristiwa, peristiwa-peristiwa, - tapi peristiwa-peristiwa sedang dipersiapkan.

Apakah suatu revolusi? Persisnya: titik di mana kuantitas bertransformasi menjadi kualitas dan terjadi suatu lompatan yang tiba-tiba ke situasi yang baru. Kesadaran revolusioner tidak berkembang dengan mulus dalam sebuah kontinuum, dari kanan ke kiri sepanjang waktu.

Ada suatu ketidakmengertian yang mendalam tentang dialektika di antara kaum Kiri.

Bagaimana kesadaran manusia revolusioner berkembang di Rusia pada 1917? Apakah klas buruh membaca semua tiga volume Das Kapital? Ketika pemogokan pecah di pabrik-pabrik Putilov tahun 1904, kaum Bolshevik dan Menshevik tidak berada di pucuk pimpinan. Seorang imam, Romo Gapon, yang adalah seorang agen polisi. Ketika kaum Bolshevik tampil dengan selebaran-selebaran mereka, menyeruhkan perobohan monarki dan mendirikan sebuah majelis konstituante, kaum buruh merobek-robek selebaran-selebaran itu dan seringkali menganiaya kaum Bolshevik. Kemudian pada Januari, kaum buruh datang kembali kepada kaum Bolsvheik dengan satu tuntutan: “Beri kami senapan.”

Kesadaran revolusioner datang dari  pengalaman.

Kelompok-kelompok lainnya meremehkan situasi sekarang ini, bahwa semacam koreksi akan mengembalikan situasi ke normal. Seorang penulis Financial Times berkata dengan tepat, “Kita akan kembali pada normalitas. Tapi ini akan menjadi normalitas yang berbeda.” Setiap perolehan klas buruh Eropa dan Amerika ada di bawah ancaman saat ini, karena mereka menghalangi jalan klas kapitalis yang sedang mengatasi krisisnya.

Secara mutlak tidak ada kemungkinan apapun, di negeri manapun di Eropa saat ini, bagi sebuah solusi bonapartis atau fasis dalam masa depan yang dekat. Sebaliknya, untuk masa depan yang dekat, kaum borjuasi harus memerintah melalui kaum reformis kiri. Kaum reformis kiri akan gembira untuk bantu mengimplementasikan pemotongan-pemotongan.

Dan siapapun yang berpikir kaum buruh Italia (atau kaum buruh Belgia, mereka yang berikutnya) atau kaum buruh dari negeri lain manapun akan menyikapi pemotongan-pemotongan ini tanpa melawan, ia sedang hidup di Mars, bukan di planet ini.

Semua pemimpin organisasi-organisasi massa klas buruh – karena deformasi-deformasi birokratik pada setengah abad terakhir ini – telah mentransformasi mereka menjadi rintangan-rintangan yang besar terhadap gerakan revolusioner. Sekali Anda telah menerima keberadaan kapitalisme, Anda harus melaksanakan apa yang didiktekan oleh kapital.

Kaum kiri tidak lebih baik, dan secara praktis memberi kedok kiri bagi kaum reformis Kiri. Itulah sebabnya kita mendapatkan gerakan-gerakan seperti indignados di Spanyol. Mereka bukan kaum anarkis. Mereka sekadar tidak punya akses terhadap ide-ide yang jernih. Dari mana seharusnya mereka memperolehnya?

Taktik dan strategi berbeda. Taktik itu fleksibel, dan harus bisa diubah dalam 24 jam.

Sekte-sekte sama sekali dimabukkan oleh gerakan-gerakan baru ini. Tidaklah buruk diilhami oleh gerakan-gerakan baru ini, tapi mereka memiliki keterbatasan-keterbatasan yang akan segera terekspos.

Trotsky menulis sebuah artikel penting: Through What Stage Are We Passing? Layak dibaca saat ini, gerakan-gerakan baru tidak mendapati refleksi dalam organisasi-organisasi massa (dengan pengecualian serikat-serikat buruh.) Ada dua alasan untuk hal ini:

1.       Gerakan-gerkaan baru terasing dari organisasi-organisasi massa, karena merasa mereka tidak merepresentasikan mereka.

2.       Gerakan-gerakan baru tidak memahami keseriusan situasi. Mereka sedang berupaya untuk menekan pemerintahan burjuis untuk mengubah kebijakan, tidak memahami bahwa situasinya tidak mengizinkan itu.

Karena itu, dalam tahapan tertentu, gerakan massa yang baru ini akan surut, meninggalkan organisasi-organisasi massa tetap utuh. Tapi akan ada tekanan massa di dalam organisasi-organisasi ini, dengan sejumlah perpecahan, termasuk kemungkinan-kemungkinan pertumbuhan suatu sayap kiri. Semua sekte akan layu. Sementara taktik kita harus fleksibel, inilah di mana pertumbuhan tendensi revolusioner akan terjadi.

Semua mata sekarang tertuju pada Yunani. (Dalam enam bulan ke depan semua mata akan tertuju pada Italia, dan kita harus bersiap untuk itu.) Semua kondisi obyektif untuk revolusi sekarang ada di Yunani:

1.       Klas kapitalis mengalami perpecahan, dan telah kehilangan rasa percaya dirinya

2.       Klas menengah bimbang; dan pada titik ini klas menengah akan mendukung revolusi

3.       Klas buruh bersiap untuk membuat pengurbanan-pengurbanan yang paling besar untuk bergerak ke depan

Apa lagi yang dapat Anda harapkan dari klas buruh Yunani? Apa lagi yang dapat mereka lakukan? Yang kurang adalah kepemimpinan. Bila Partai Komunis Yunani merupakan sebuah partai Komunis yang sejati, pertanyaan tentang kekuasaan niscaya sudah diajukan. Ini jauh lebih maju daripada di Rusia pada Februari 1917, dengan perbedaan bahwa Soviet-soviet belum muncul di Yunani.

Slogan pemogokan umum 24 jam di Yunani adalah reaksioner, tak ada artinya. Gerakan di Yunani telah bergerak melampauinya. Slogan satu-satunya adalah pemogokan umum tanpa batas; tapi itu memunculkan pertanyaan tentang kekuasaan. Karena itu Anda tidak dapat bermain-main dengan slogan ini. Masih ada kebutuhan untuk pembangunan organ-organ kekuasaan populer, yang terhubung dengan serikat-serikat buruh.

Kita memutuskan untuk mengfokuskan sekolah kita ini pada perspektif-perspektif untuk revolusi Eropa. Kendati ada perkembangan-perkembangan penting di Venezuela, dengan beberapa peristiwa yang menentukan yang akan terjadi dalam 12-18 bulan ke depan. Kita telah sangat banyak mendiskusikannya, seperti halnya Revolusi Arab.

Tiap-tiap revolusi mengalami tahapan-tahapan. Tahapan pertama seperti sebuah karnaval besar, massa-rakyat turun ke jalan-jalan dengan suatu perasaan eforia yang meluap-luap. Massa-rakyat merasa “Kita telah menang!”

Tapi apa yang telah berubah di Mesir dan Tunisia? Secara fundamental, tidak ada. Ini seperti Hari-hari Juli di Rusia. Karena itu revolusi bergerak ke tahapan yang kedua, yang dimulai dengan kaum muda, yang telah berseru, “Tidak ada yang berubah!”

Suatu revolusi bukanlah sebuah drama satu babak. Revolusi bisa makan waktu berbulan-bulan, atau bertahun-tahun.

Negeri manakah yang baru-baru ini telah menyaksikan suatu gerakan massa kaum muda turun ke jalan-jalan? Anda tidak akan menduga: Israel! Dan Netanyahu telah mengatakan bawa mereka dibayar oleh kekuatan-kekuatan asing. Gerakan ini telah memperlihatkan situasi mutakhir kepada sekte-sekte yang memandang Israel sebaga satu satu blok reaksioner.

Kita harus berupaya menarik benang merah dari diskusi ini.

Butir pertama adalah bahwa borjuasi mendapati dirinya dalam krisis yang paling mendalam di sepanjang sejarahnya. Tapi kita harus cermat bagaimana menjelaskan hal ini, Kawan-kawan. Lenin menegaskan bahwa tidak ada krisis yang final bagi kapitalisme, kecuali kapitalisme digulingkan oleh klas buruh. Tapi berapa lama itu akan terjadi, dan berapa besar harganya?

Pada tahun 1939, mereka mengatasi krisis melalui perang. Dapatkah mereka akan melakukannya lagi? Jawabannya: tidak. Perang-perang kecil, ya. Tapi siapa yang akan berperang melawan siapa? Semua negeri Eropa bersama-sama tidak dapat menghadapi AS. Dan Anda dapat melihat keterbatasan-keterbatasan AS di Irak dan Afghanistan. Mungkin Jepang dapat menginvasi Tiongkok seperti yang pernah mereka lakukan pada dekade 1930-an? Biarkah mereka mencoba, ini bukan Tiongkok yang sama.

Karena itu, perang klas adalah satu-satunya perang yang kita lihat sedang terjadi.

Skandal-skandal menghantam burjuasi. Skandal di Inggris adalah yang paling dalam, yang berdampak pada setiap institusi di luar monarki dan Gereja Anglikan.

Peristiwa-peristiwa di Wisconsin memperlihatkan tanggapan juga. Apakah ini berarti bendera merah akan berkibar di Gedung Putih besok? Tidak, tapi ini berarti bahwa proses yang sama sedang terjadi di mana-mana, dengan kecepatan yang berbeda-beda dalam kondisi yang berbeda-beda, bahkan di AS.

Ini berarti kesempatan yang luar biasa terbuka bagi IMT di mana-mana, dengan syarat kita melatih kamerad-kamerad kita dalam metode Marxis. Ini tidak akan mudah. Ini akan sangat sukar. Ini merupakan suatu epos peperangan-peperangan dan revolusi-revolusi, juga kontra-revolusi. Massa-rakyat tidak dapat terus berdemo di jalan-jalan terus menerus. Akan ada gerakan-gerakan massa yang menakjubkan, tapi juga akan ada periode-periode pasang-turun, kekalahan dan keputusasaan, bahkan reaksi.

Bahkan pada tahun 1917, Lenin harus menyingkir ke Finlandia untuk sementara waktu. Tapi kondisi-kondisi revolusioner membangkitkan kenaikan revolusioner  yang baru. Situasi serupa terjadi di Spanyol pada dekade 1930-an. Kita harus menempa kader-kader kita dengan pemahaman ini.

Dalam peristiwa-peristiwa revolusioner yang akan terjadi, kaum buruh dan kaum muda yang maju akan belajar, tapi hanya bila kita bekerja dengan tepat. Mereka akan menarik kesimpulan-kesimpulan revolusioner, dan kemudian memahami bahwa mereka memerlukan Marxisme dan sebuah organisasi revolusioner.

Hanya inilah gagasan-gagasan yang dapat memimpin klas buruh kepada kemenangan di Eropa, Timur Tengah, dan di seluruh dunia.

Hal utama yang muncul dari diskusi ini adalah perubahan situasi yang fundamental di mana-mana. Dua belas bulan yang lalu, saya yakin bila Anda mengemukakan prospek revolusi di Eropa, orang hanya akan mengangkat bahu. Prospek revolusi tampak tidak riil. Tapi situasinya tidak seperti itu sekarang.

Jauh lebih penting daripada Facebook di Mesir adalah dampak Al Jazeera. Pertama kali dalam sejarah dunia mampu menonton sebuah revolusi terpapar di depan mata. Ini telah mempunyai suatu dampak dialektis terhadap kesadaran: revolusi tidak hanya mungkin, tapi merupakan sesuatu yang niscaya.

Kamerad Miguel dari Spanyol dengan tepat memperhatikan kebingungan massa pada tahapan-tahapan awal revolusi. Itu karena massa-rakyat tidak belajar dari buku-buku. Bukan karena mereka bodoh, tapi karena langkanya akses terhadap ide-ide. Mereka belajar dari buku yang paling penting: buku kehidupan, buku pengalaman.

Kita telah memasuki suatu saat yang paling bergolak dalam sejarah umat manusia, dengan perjuangan klas yang tajam di mana-mana. Perdebatan yang kita lakukan hari ini berbeda dengan semua perdebatan yang pernah kita lakukan miliki dalam gerakan kita. Di masa lalu, diskusi-diskusi tentang perspektif-perspektif kita tampak agak sedikit abstrak. Sekarang diskusi-diskusi kita konkret.

Anda dapat merasakan nafas panas revolusi dalam diskusi ini. Kita bukan lagi sekadar pengamat. IMT secara aktif sedang berpartisipasi dalam peristiwa-peristiwa revolusioner.

Baru 20 tahun yang lalu negara-negara polisi Stalinis yang perkasa jatuh satu demi satu di bawah tekanan yang menguat. Ted Grant berkata, ya, keruntuhan Stalinisme memang besar, tapi ini hanya merupakan awal dari sesuatu  yang bahkan lebih besar: krisis kapitalisme.

Dan disitulah kita sekarang berada. Kita telah memasuki suatu periode di mana kita akan melihat rezim-rezim burjuis berjatuhan, seperti halnya rezim-rezim Stalinis 20 tahun yang lalu.

Kamerad-kamerad telah melakukan pekerjaan yang bagus dalam diskusi yang mengisi rincian-rincian tentang Israel. Suatu demonstrasi yang dilakukan 150 ribu orang di sebuah negeri yang berpenduduk tujuh juta orang adalah benar-benar bermakna, dan Anda dapat bertaruh bahwa Netanyahu merasa  cemas. Ini mengukuhkan apa yang telah selalu kita katakan: jalan satu-satunya untuk memenangkan Revolusi Palestina adalah dengan membelah Israel menurut garis-garis klas.

Apa yang terjadi di sana harus mengisi kita dengan segala keyakinan dan antusiasme, serta keyakinan terhadap masa depan sosialisme.

Tapi orang bisa saja bertanya, “massa-rakyat di Yunani dan Spanyol kan tidak tahu apa yang mereka inginkan.” Tapi mereka tahu apa yang tidak mereka inginkan. Mereka sekarang mempertanyakan kapitalisme, yang sebelumnya tidak pernah ada. Perubahan-perubahan yang tiba-tiba dan tajam berakar dalam situasi ini.

Sejumlah kamerad telah mendiskusikan Norwegia Nordik yang sebelumnya damai, makmur, demokratis – yang kelihatannya tidak rentan terhadap krisis. Kebenarannya adalah bahwa klas buruh di negeri-negeri Skandinavia telah menjadi agak lunak setelah Perang Dunia Pertama. Mereka telah kehilangan tradisi perjuangan mereka. Sikap lunak ini mempunyai dampak yang merusak dalam gerakan buruh, dan tidak hanya di Skandinavia. Feminisme, pasifisme, dan omongkosong-omongkosong burjuis-kecil lainnya telah menyita perhatian mereka. Mereka telah kehilangan pandangan tentang perjuangan klas.

Tapi peristiwa-peristiwa yang terjadi di Norwegia adalah yang pertama dari banyak hantaman keras yang akan menghantamkan akal sehat ke kepala kaum buruh, dan menyadarkan mereka. Para pemimpin sedang mempromosikan upacara penyalaan lilin-lilin. Kita harus mengatakan kepada kaum buruh untuk menyimpan lilin-lilin mereka untuk pohon Natal. Kita harus mengatakan kepada kaum buruh untuk meninggalkan lilin-lilin mereka di rumah dan mengambil sebilah tongkat, dan mendatangi setiap gedung pertemuan kaum fasis di Norwegia, dan menyungkurkan mereka ke aspal jalanan.

Setelah mengatakan itu, saya tidak harus tidak sepakat dengan teman saya Tor dari Denmark. Tidak ada ancaman yang riil dari fasisme saat ini. Organisasi-organisasi fasis sekarang ini adalah sekte-sekte kecil. Serangan itu bukanlah suatu ekspresi kekuatan, melainkan kelemahan.  Tapi kita harus mendiskusikan ini lebih lanjut.

Kita juga perlu mendiskusikan pertanyaan yang dimunculkan kamerad dari Venezuela tentang pemilihan umum 2012. Kita bahkan tidak tahu apakah pemilu akan berlangsung. Tapi bila sayap kanan memperoleh kemenangan tipis, apakah Chavez akan menerimanya? Dan bila Chavez meraih kemenangan tipis, apakah sayap kanan akan menerimanya? Saya pikir tidak. Segenap situasi akan bergulir menjadi perang sipil. Anda tidak bisa membuat revolusi yang setengah-setengah. Mereka telah meninggalkan perekonomian di tangan burjuasi. Mereka berkata-kata tentang revolusi dan mereka berbicara tentang sosialisme, tapi tidak ada revolusi dan tidak ada sosialisme. Sebagian dari gerakan sedang mengalami demoralisasi, dan itu berbahaya.

Itu yang telah terjadi dalam Revolusi Prancis. Robespierre adalah figur yang sangat populer, dan ketika ia menyerukan massa-rakyat untuk bergerak, mereka bergerak dalam jumlah besar. Tapi ia mulai bergerak melawan para pemimpin revolusi yang lain. Kemudian satu hari, Robespierre menyeru kepada massa-rakyat, dan mereka tidak muncul. Dan pihak kanan kemudian mengalahkannya. Saya telah dikejutkan oleh kekenyalan yang luar biasa dari massa-rakyat Venezuela. Marx berkata bahwa massa-rakyat kadang-kadang membutuhkan cambuk kontra-revolusi.

Saya telah kehabisan waktu. Tapi saya lupa satu hal penting. Hari apa sekarang? Ini hari Minggu, Hari Tuhan, dan saya belum mengutip dari Alkitab!

Ada suatu mitos bahwa rakyat Amerika Serikat reaksioner. Tapi Alkitab menjelaskan, ini tidak benar: “Karena yang pertama akan menjadi yang terakhir, dan yang terakhir akan menjadi yang pertama.” Dialektika murni!

Marx dan Engels-lah yang memunculkan perspektif tentang suatu partai buruh untuk mematahkan ketergantungan terhadap partai-partai burjuasi. Itu akan menjadi suatu peristiwa yang bersejarah. Bahkan bila didirikan berdasarkan suatu program reformis, ia akan menjadi magnet yang akan segera menarik massa-rakyat, kaum muda, orang-orang kulit hitam, dan orang-orang Latin. Di bawah kondisi-kondisi krisis sosial, sebuah partai buruh Amerika dapat bergerak dengan tajam ke kiri.

Karena kaum buruh Amerika tidak memiliki suatu partai buruh reformis, mereka tidak memikul beban-beban reformis dari masa lalu. Mereka segar.

Kaum buruh Amerika dapat melompati kepala-kepala kita ketika mereka mulai bergerak. O, dan satu hal lain: tidak seperti kaum buruh Norwegia yang memiliki lilin-lilin, kaum buruh Amerika mempunyai senapan, dan tahu bagaimana menggunakannya.

Diskusi-diskusi teoretis yang kita gelar pekan ini bukanlah tentang sejarah kuno, tetapi tentang saat yang sekarang ini. Satu hal yang tidak ada di  dalam situasi-situasi revolusioner tahun ini adalah kepemimpinan revolusioner. Ini adalah sesuatu yang tidak bisa diimprovisasi. Ini harus dipersiapkan sebelumnya. Bagaimana Anda melakukannya?

Akademi-akademi militer burjuis mempersiapkan perwira-perwira mereka untuk berperang. Itulah yang sedang kita lakukan di sini, mempersiapkan perwira-perwira revolusioner. Apa yang dipelajari oleh akademi-akademi militer burjuis? Mereka mempelajari peperangan-peperangan di masa lampau guna bersiap untuk peperangan-peperangan di masa mendatang.

Setiap kamerad harus mempelajari revolusi-revolusi yang terjadi pasa masa lalu guna menerapkan pelajaran-pelajarannya pada revolusi-revolusi di masa mendatang. Kita harus memberikan perhatian kepada teori. Inilah senjata kita. Bila kita memperhatikannya, setiap kamerad dalam ruangan ini dapat memimpin ratusan, atau ribuan, bahkan ratusan ribu orang, dalam aksi.

Kita punya waktu, tapi waktu kita tidak tak-terbatas. Burjuasi tidak dapat menggunakan kekerasan secarang terang-terangan pada tahapan ini. Tapi itu bisa berubah, dan akan berubah. Kekalahan-kekalahan tidak dapat dielakkan. Pada suatu tahapan tertentu, burjuasi akan memenangkan dukungan untuk memenuhi tuntutan pemulihan tatanan.

Mereka tidak membutuhkan kaum fasis saat ini, dan membuat suatu langkah pada titik ini hanya akan memprovokasi gerakan-gerakan buruh untuk beraksi. Tapi pada suatu titik tertentu, para penguasa Yunani akan mengupayakan penyelesaian seperti tahun 1967. Tapi kaum buruh Yunani ingat apa yang terjadi tahun 1967. Suatu langkah ke arah itu sekarang akan memprovokasi perang sipil.

Karena itu, harus ada perasaan urgensi di antara kita sekarang; kita harus bersiap sekarang. Bila kita tidak melakukannya, tidak ada orang lain yang akan melakukannya.

Tapi menyimak diskusi hari ini, saya yakin bahwa kamerad-kamerad dalam ruangan ini akan kembali ke negeri mereka masing-masing dan membangun seksi-seksi mereka, dan membangun IMT.

Source: Militan (Indonesia)