Wawancara dengan aktivis sosialis Iran: “Kecurangan Pemilu” dan Gerakan di Iran Hari Ini

Jutaan rakyat Iran turun ke jalan menuntut perubahan rejim di Iran. Gerakan yang semula dipercikkan oleh “kecurangan pemilu” telah berubah menjadi gerakan menuntut hak-hak demokrasi sepenuhnya dan turunnya kediktaturan Republik Islam Iran. Berikut ini adalah wawancara (yang dilakukan pada tanggal 2 Juli 2009) dengan Arash Azizi, seorang aktivis sosialis dari Iran.

Ted Sprague: Dapatkah anda jelaskan ke para pembaca mengenai kecurangan pemilu di Iran dan gerakan yang lahir dari situ?

Arash Azizi: Politik bekerja dengan cara yang misterius! Bila anda melihat semuanya dari permukaan saja, maka anda harus percaya kalau jutaan rakyat turun ke jalan, berhadapan dengan kekuatan brutal dari rejim yang opresif ini, hanya karena “kecurangan pemilu” di antara kandidat yang tidak memiliki perbedaan di dalam platform mereka! Tetapi bukan ini yang terjadi. Kita tidak bisa menganalisa peristiwa tanpa melihat konteks dan latar belakangnya.

Kenyataannya adalah rakyat berpartisipasi di dalam pemilu ini dan memilih Mousavi bukan karena platform dia atau apapun. Rakyat melihat sebuah perpecahan yang jelas di dalam klik penguasa Republik Islam dan mereka ingin menggunakan perpecahan ini. Mereka ingin memainkan sayap-sayap rejim ini untuk berseteru satu sama lain guna menyingkirkan mereka semua pada akhirnya. Sayap Mousavi mendukung sedikit pelonggaran atmosfir opresi untuk mencegah atau menunda kebangkitan rakyat melawan seluruh rejim ini. Tetapi sayap Khamenei dan Ahmadinejad tidak ingin memberikan kelonggaran ini. Mereka tahu bila mereka memberikan sedikit kebebasan, maka rakyat akan menuntut lebih dan tidak akan berhenti sampai mereka menumbangkan seluruh rejim ini. Inilah mengapa mereka [Ahmadinejad dan Khamenie] mengadakan kudeta, sebuah kudeta “velvet” [kudeta tak berdarah]. Mereka mengumumkan kemenangan Ahmadinejad dengan marjin 16 juta suara yang sangat konyol. Tetapi yang tidak mereka perkirakan adalah bahwa rakyat tidak akan begitu saja pulang ke rumah dan menerima tindakan Khamenei ini. Mereka turun ke jalan secara masif dan kita saksikan demo terbesar dalam 30 tahun terakhir ini. Ini sudah bukan mengenai Mousavi! Ini adalah populasi yang membenci kehidupan di bawah Republik Islam dan ingin melawannya selangkah demi selangkah. Yang kita lihat sekarang sudah bukan sebuah gerakan melawan “kecurangan pemilu”, tetapi sebuah gerakan revolusioner yang masif melawan Republik Islam secara keseluruhan. Ini juga ditunjukkan oleh slogan-slogan rakyat. Mereka memulai dengan “Kembalikan suaraku”, tetapi mereka sekarang meneriakkan: “Down with Dictator!” dan “Down with Khamenei”, dan juga “Kita tidak ingin sebuah teokrasi!”

TS: Sudah lebih dari 3 minggu semenjak mulainya protes tersebut, dapatkah anda memberikan update bagaimana gerakan ini telah berkembang? Dan siapa yang memimpinnya?

AZ: Saya rasa saya telah memberikan sebuah isyarat di jawaban saya sebelumnya. Gerakan ini mulai dengan spontan yang sangatlah lazim. Walaupun luasnya gerakan ini sangatlah luar biasa. Tiba-tiba kita melihat 5 juta rakyat berdemonstrasi di seluruh Iran! Segera setelah pemilu, tuntutan rakyat tentu saja menolak hasil pemilu ini dan memberikan kekuasaan kepada Mousavi dan maka dari itu mereka melihat dia sebagai pemimpin mereka. Rakyat meminta dia, dan juga Karoubi, kandidat “reformis” lainnya, untuk “mengembalikan suara mereka”. Tetapi tentu saja Mousavi dan Karoubi lebih takut pada jutaan rakyat yang ada di jalan daripada geng-geng Khamenei dan Ahmadinejad.

Oleh karena itu mereka memutuskan, dan mencoba sebisa mungkin, untuk mengirim rakyat pulang ke rumah. Di minggu pertama, kita melihat pola dimana Mousavi menyerukan untuk “tidak berdemonstrasi” dan “menyelamatkan jiwa rakyat” tetapi rakyat tetap turun ke jalan dan dia terpaksa pergi ke demo-demo tersebut dan berbicara. Dia didorong oleh peristiwa-peristiwa.

Memberikan jawaban yang singkat dan konkrit untuk pertanyaan anda adalah sulit karena “gerakan” ini tidaklah homogen dan berubah-ubah setiap saat. Yang pasti adalah bahwa gerakan ini telah menunjukkan keberanian yang besar, yang berarti bahwa rakyat siap untuk melawan Republik Islam. Yang juga jelas adalah bahwa gerakan ini tidak memiliki sebuah kepemimpinan yang dapat memimpinnya ke tujuannya. Mousavi dan Karoubi adalah bagian dari rejim ini dan mereka tidak akan secara sukarela memimpin gerakan oposisi melawan rejim ini. Tujuan rakyat yang sesungguhnya adalah mengakhiri Republik Islam ini. Mereka tidak memiliki kepemimpinan yang efektif untuk memimpin mereka ke tujuan tersebut.

TS: Pemerintah Ahmadinejad telah mengklaim bahwa gerakan ini diorganisasi oleh kekuatan imperialis (terutama CIA) guna menumbangkan rejim ini. Apakah ini benar?

AZ: Setiap orang yang sudah tinggal di Iran cukup lama tahu kalau bagi pemerintah Iran semuanya diorganisasi oleh Israel dan CIA. Para intelektual independen, penulis, penyair, jurnalis, dan bahkan kaum muda yang hanya ingin bersenang-senang biasanya diserang sebagai bagian dari Israel dan CIA. Ini karena rejim opresif tidak pernah ingin mengakui bahwa rakyat sebenarnya menentang mereka!

Tentu saja ini konyol. Gerakan ini adalah sebuah gerakan sejati dengan jutaan rakyat di jalan-jalan.

TS: Cukup banyak kaum kiri mendukung Ahmadinejad, termasuk Chavez. Apa komentar anda?

AZ: Pertama kita harus membedakan Chavez dari “Kaum Kiri” lainnya. Chavez adalah seorang kepala negara dan dia harus melakukan beberapa formalitas yang tidak apa-apa selama ini hanya untuk mendapatkan perjanjian-perjanjian dagang dan hal-hal serupa (yang sangatlah penting bagi Venezuela). Tetapi Chavez membuat kesalahan yang serius di dalam posisinya mengenai Ahmadinejad. Dia tidak mengerti bahwa kawan sesungguhnya dari Revolusi Venezuela adalah rakyat sedunia, termasuk Iran. Dukungan dia terhadap Ahmadinejad yang dibenci telah mengakibatkan, sayangnya, perasaan benci dari rakyat Iran terhadap dia dan Revolusi Bolivarian. Saya hadir di sebuah demo solidaritas baru-baru ini dan saya mendengar beberapa demonstran yang mengklaim bahwa Venezuela mengirim polisi untuk menindas para demonstran di Tehran! Walaupun ini hanyalah kabar angin, tetapi ini menunjukkan bagaimana perasaan rakyat Iran hingga mereka menyebarkan kabar angin ini.

Chavez harus merubah ini. Dia sebenarnya mempunyai pengaruh dengan pemerintah Iran dan setidaknya seharusnya menggunakan ini untuk menyuarakan kritik. Bahkan bila dia hanya ingin memikirkan keuntungan jangka pendek, aku harus mengatakan kepada dia bahwa pemerintah Republik Islam ini tidak akan berkuasa untuk lama! Dan dia sebaiknya menunggu pemerintahan yang baru untuk membangun hubungan yang baik! Saya yakin bahwa dia akan segera merubah posisinya. Terutama karena banyak seksi dari gerakan Bolivarian yang menyuarakan kritik mereka terhadap posisi tersebut. Saya, contohnya, membaca sebuah pernyataan dari kaum Marxis Venezuela (Arus Marxis Revolusioner, Corriente Marxista Revolucionaria) yang tidak setuju dengan Chavez mengenai ini.

Tetapi, sedangkan Chavez, seperti yang saya bilang, adalah seorang kepala negara dengan banyak latar belakang yang progresif yang membuat kesalahan yang disesalkan mengenai Iran, kaum Kiri lainnya hanya menunjukkan bagaimana mereka sangat terpisah dari realitas.

Saya tidak mempercayai mata saya ketika saya membaca di situs wsws.org, situs dari Komite Internasional dari Internasionale Keempat, dimana mereka menghubungkan protes ini dengan intervensi asing. Website ini sebenarnya cukup popular di antara kaum kiri Iran. … atau boleh saya bilang popular sampat saat ini! Saya belum membaca apapun dari International Socialist Tendency [kelompok sosialis yang dibentuk oleh almarhum Tony Cliff]. Tetapi mereka harus melakukan sesuatu mengenai dukungan mereka terhadap Republik Islam selama ini. Siapapun dari Kiri yang telah mendukung rejim ini bahkan untuk satu haripun akan sangat bersalah ketika kami berhasil menyingkirkan Republik Islam ini dan membentuk negara buruh di negara kami. Lalu mereka harus datang dan berlutut di depan kaum buruh dan kaum sosialis Iran untuk meminta maaf! Kami akan memaafkan mereka, tetapi kami tidak akan pernah melupakan bagaimana rejim ini membunuhi kami dalam jumlah ribuan dan mereka mendukungnya.

TS: Mousavi telah digambarkan sebagai seorang reformis oleh media, sebagai wajah perubahan di Iran. Apa perasaan rakyat Iran mengenai dia?

AZ: Mari saya luruskan ini: “Kaum reformis” adalah sebuah sayap dari Republik Islam yang telah memainkan peran dalam membantai puluhan ribu rakyat dan menindas masyarakat Iran. Mereka adalah pembela terbesar rejim Islam yang kejam ini dan pendirinya, Khomeini. Sebenarnya platform utama mereka adalah “Kembali ke Khomeini”! Inilah reformasi yang mereka inginkan! Mereka mengingatkan saya pada sebuah lagi dari Phil Ochis, seorang artis radikal Amerika, yang mengolok-olok bagaimana kaum Demokrat dan Republik di Amerika tidaklah berbeda dan mereka tersatukan dalam melawan rakyat dan buruh. Ini sama seperti “kaum reformis” di Iran.

Tetapi perasaan rakyat jelata Iran terhadap Mousavi berubah-ubah setiap minggu, bila tidak setiap hari. Saya rasa rakyat Iran mengerti bahwa dia adalah bagian dari pemerintah dan mereka sebenarnya tidak menginginkan dia, tetapi rakyat juga sangatlah praktis dan mengatakan pada diri mereka sendiri “dia lebih baik dari Ahmadinejad, jadi mari kita pilih dia sekarang”. Dia akan dilihat sebagai pemimpin untuk sekarang, tetapi rakyat akan segera sadar bahwa dia tidak akan memimpin mereka dan mereka akan melewati dia.

TS: Banyak komentator yang membandingkan gerakan ini dengan gerakan pada tahun 1979, yang disebut-sebut sebagai Revolusi Islamis. Apakah analisa ini tetap?

Yang benar-benar keliru adalah menamakan Revolusi Besar 1979 sebagai “Revolusi Islamis”. Revolusi tersebut bukanlah “Revolusi Islamis”. Ini adalah sebuah revolusi popular melawan monarki dan untuk Kebebasan dan Kesetaraan yang lalu dibajak, dengan bantuan pemerintah-pemerintah Barat, oleh Khomeini dan para mullah yang reaksioner. Kita harus ingat bahwa gerakan Politik Islam pada saat itu tidak memiliki peluang sama sekali untuk merebut kekuasaan di Iran bila ia tidak dibantu oleh pemerintahan Barat. Mereka [pemerintahan Barat] menemukan mayat ini [Politik Islam] di tong sampah sejarah dan menghidupkannya kembali karena mereka menyadari potensi anti-kiri dan opresifnya. Ini membutuhkan sebuah diskusi yang lebih panjang, mengenai hubungan gerakan sekarang ini dengan revolusi tersebut…

Bila kamu menanyakan saya, saya akan mengatakan bahwa saya berharap bahwa gerakan revolusioner sekarang ini dapat memenuhi tujuan-tujuan yang gagal dipenuhi oleh Revolusi 1979 karena kekalahannya oleh para mullah konter-revolusioner. Saya juga percaya bahwa Revolusi 1979, walaupun ini dikalahkan dengan kejam, telah memberikan pelajaran yang baik pada rakyat dan buruh Iran. Kaum buruh dapat mengingat betapa kuatnya mereka ketika mereka naik ke panggung sejarah. Peringatan Revolusi 1979 yang sesungguhnya adalah penumbangan dengan revolusi rejim Islam konter-revolusioner ini yang telah membajak revolusi [Revolusi 1979] dan menuju ke tujuan-tujuan sesungguhnya dari revolusi tersebut, yakni Kebebasan, Persamaan Hak, dan Kesejahteraan rakyat, yang hanya mungkin lewat sosialisme.

TS: Bagaimana gerakan ini dapat mempengaruhi politik di Timur Tengah?

AZ: Gerakan ini telah mempengaruhi seluruh dunia dan bukan hanya Timur Tengah saja. Rakyat sedunia telah terinspirasi oleh keberanian yang luar biasa dari saudara-saudara mereka di Iran. Sekali lagi mereka telah turun ke jalan untuk melawan rejim kejam ini. Dalam periode 30 tahun, rakyat Iran telah melawan dua kediktaturan yang paling brutal di dalam sejarah manusia. Saya rasa setiap orang yang telah melawan opresi dan tirani barang sehari saja akan terinspirasi oleh rakyat Iran.

Kesimpulan dari gerakan ini tentu saja memiliki implikasi yang lebih penting di daerah Timur Tengah dan internasional. Menumbangkan Republik Islam, menurut saya, akan merupakan akhir dari Politik Islam sebagai sebuah gerakan internasional karena gerakan ini akan kehilangan kepalanya. Sumber daya dari kaum Islamis di Palestina, Lebanon, dan Syria akan mengering dan ini adalah kabar baik bagi rakyat di negara-negara tersebut!

Seperti yang saya katakan, ini juga akan membuktikan ke setiap orang bahwa tidak ada rejim yang tidak bisa dihancurkan, kita harus melawan kediktaturan, dan ketika kekuatan kolektif buruh dan rakyat tiba, setiap rejim akan tumbang.

Tentu saja saya mempunyai harapan yang lebih tinggi untuk sebuah Revolusi Iran yang baru. Saya berharap, dan saya sedang berjuang untuk sebuah revolusi sosialis yang akan membentuk Republik Sosialis di Iran dan bila ini terjadi, bila sebuah negara dengan 70 juta rakyat menjadi Sosialis, maka sebuah pertempuran internasional akan mulai yang hanya akan berakhir pada hancurnya kapitalisme dan terbukanya sebuah halaman baru di dalam sejarah manusia.

TS: Bagaimana dengan gerakan buruh di Iran?

AZ: Gerakan buruh memiliki kelemahan dan kekuatannya. Gerakan buruh Iran tidak memiliki organisasi massa tradisional (seperti Serikat Buruh yang hampir-hampir tidak eksis) tetapi pada pihak yang lain ia memiliki tradisi-tradisi revolusioner seperti dewan-dewan yang dibentuk pada Revolusi 1979. Gerakan buruh Iran juga memiliki banyak potensi militansi dan sampai sekarang tidak menunjukkan ilusi apapun pada sayap-sayap rejim. Tetapi gerakan buruh Iran belum memasuki arena perjuangan secara menentukan, dan ketika ini terjadi, nasib Revolusi Iran akan pasti.

TS: Menurut anda, kemana gerakan ini akan menuju? Sudah tiga minggu demonstrasi terus-menerus, bagaimana menurut anda ini akan berakhir?

AZ: Saya tidak pernah menjadi “ahli nujum” peristiwa, dan saya lebih melihat diri saya sebagai bagian dari gerakan yang mencoba mendorongnya ke kiri. Revolusi ini akan dihentikan oleh banyak orang di “stasiun-stasiun” yang berbeda. Mereka akan mencoba memberitahu kami waktu apa untuk apa dan apa yang belum tiba saatnya. Tugasnya adalah untuk melahirkan kepemimpinan revolusioner yang dapat diterima oleh rakyat dan akan memimpin revolusi mereka ke kemenangan yang berarti menumbangkan Republik Islam Iran dan menyiapkan pondasi untuk sebuah masyarakat yang baru. Harapan saya untuk Iran adalah sosialisme dan saya tahu bahwa ini tidak akan mungkin tanpa sebuah partai massa revolusioner yang dapat memimpin buruh dan rakyat.

Tetapi, terpisah dari apa yang saya harapkan, satu hal yang pasti: Iran tidak akan pernah sama lagi. Permulaan dari akhir Republik Islam telah dimulai dan pada akhirnya rejim ini akan hancur, rakyat akan memiliki sebuah peluang sejati untuk menemukan sebuah masyarakat yang manusiawi yang akan menjadi sumber harapan bagi rakyat tertindas seluruh dunia.

2 Juli 2009