Resesi Ekonomi: Apakah ini sudah berakhir?

Bagi kaum kapitalis, Resesi Hebat ini kurang lebih sudah berakhir, tetapi tingkat kapasitas-lebih di dalam industri dan konstruksi bersama-sama dengan tingkat hutang yang dimiliki oleh bisnis, pemerintah, dan rumahtangga berarti bahwa pemulihan ekonomi akan terhambat. Setiap negara kapitalis besar menemukan bahwa mereka memiliki kapasitas produksi 30% lebih besar daripada permintaan. Ini adalah tingkat kapasitas-lebih terbesar di dalam industri.

Bagi kaum kapitalis, Resesi Hebat ini kurang lebih sudah berakhir. Laju kemunduran ekonomi di negara-negara kapitalis besar di quarter kedua tahun ini telah melambat. Bahkan, di beberapa ekonomi besar seperti Jerman dan Prancis, output nasional sudah meningkat. Dan di beberapa ekonomi kecil seperti Australia dan Norwegia, ada peningkatan kecil.

Pada saat yang sama, ekonomi besar yang lebih kurang dewasa seperti India dan Indonesia terus tumbuh, sedangkan RRC juga mempertahankan pertumbuhan positif. Di negara-negara kapitalis Asia yang lebih kurang berkembang, yang memiliki kontribusi sekitar 10-15% output global, produksi industri meningkat pesat.

Kepercayaan diri bisnis telah meningkat – ini mungkin tidak mengindikasikan banyak pertumbuhan tetapi mereka mengindikasikan bahwa resesi ini sudah berakhir. Bursa-bursa saham di ekonomi-ekonomi besar telah mengalami peningkatan harga yang besar secara terus-menerus. Dari level yang terendah pada bulan Maret, harga-harga saham secara umum telah naik sebesar 50%, dipimpin oleh sektor finansial dan perbankan.

Pusat krisis yang memicu semua ini adalah pasar perumahan, terutama di Amerika, tetapi juga di Eropa dan negara-negara kapitalis lainnya. Harga rata-rata rumah di AS telah jatuh sebesar 30% dari puncaknya, dan kejatuhan yang serupa juga disaksikan di Inggris. Transaksi penjualan dan aplikasi kredit rumah telah jatuh lebih dari 75%. Tetapi beberapa bulan belakangan ini, tingkat penjualan telah stabil dan bahkan terdapat kenaikan harga di beberapa negara. Kita hampir mencapai dasar dari krisis perumahan ini, walaupun harga perumahan masih bisa jatuh lebih jauh karena meningkatnya tingkat pengangguran dan makin banyak orang yang tidak mampu melanjutkan pembayaran kredit perumahan mereka.

OECD (Organization for Economic Co-operation and Development) dan peramal ekonomi lainnya sekarang telah meningkatkan estimasi mereka untuk output nasional di negara-negara besar. Mereka sekarang memprediksikan GDP meningkat di AS dan Eropa pada quarter ketiga tahun 2009, dengan Inggris menyusul di belakang dan tak akan pulih hingga natal. Tetapi pemulihan ekonomi akan terjadi secara umum pada tahun 2010.

OECD sekarang meramalkan bahwa Resesi Hebat yang dimulai pada tahun 2008 telah mengakibatkan keanjlokan ekonomi sebesar 3,7% di tujuh negara kapitalis terbesar tahun ini. Pada tahun 2008, ekonomi anjlok sebesar 4%. Jadi resesi ini berarti bahwa tujuh ekonomi terbesar telah kehilangan 10% dari output nasional mereka dalam kurun waktu kurang dari 18 bulan. Tetapi ini bahkan lebih buruk jika kita memperhitungkan kehilangan potensi output yang seharusnya dicapai oleh ekonomi-ekonomi kapitalis ini, kira-kira 3% per tahun. Jadi output sebesar 15% telah hilang selamanya.

Juga yang mengejutkan, kita telah menyaksikan penurunan perdagangan dunia kira-kira sebesar 15% semenjak Resesi Hebat ini – seluruh dunia kapitalis telah terlibat. Tetapi sekarang tampaknya perdagangan ini akan pulih pada tahun 2010.

Mengenai sistem finansial global, IMF memperhitungkan kerugian total dari krisis kredit sebesar 4,1 trilyun dolar AS, atau 6,7% dari GDP dunia, yang hilang selamanya. IMF mengakui bahwa bank-bank AS telah menderita 60% dari total kerugian mereka, sedangkan bank-bank Eropa hanya mengakui sekitar 40%. Bank Sentral Eropa mengatakan bahwa bank-bank Eropa masih akan menghadapi kerugian sebesar 300 milyar dolar AS.

Pertanyaan yang utama sekarang adalah apakah bank-bank dan institusi-institusi finansial lainnya (asuransi, dana pensiun, dan hedge fund) telah mengumpulkan cukup kapital untuk menutupi kerugian masa depan (dengan asumsi bahwa institusi-institusi ini dapat juga meraih laba dari sekarang untuk membantu menstok kembali persediaan kapital).

Data yang terakhir menunjukkan bahwa secara global institusi-institusi finansial ini telah mengumpulkan kapital lebih sedikit dari kerugian mereka. Ini berarti bahwa, kecuali pemerintah siap untuk mem-bailout mereka kembali, bank-bank secara global tidak akan bisa mengembangkan kredit untuk waktu yang dekat dimana pada saat yang sama mereka mencoba meningkatkan persediaan dan kapital untuk memenuhi persyaratan kecukupan kapital. Ini adalah pukulan yang sesungguhnya terhadap pertumbuhan ekonomi global di masa depan.

Jadi perbankan tidak akan membantu pertumbuhan ekonomi untuk setidaknya dua tahun ke depan, kecuali kalau mereka bisa mengumpulkan cukup kapital dan ini berarti pembiayaan dari negara lagi, mungkin sebesar 200-500 milyar dolar AS, satu hal yang kurang mungkin terjadi.

Ini karena pemerintah negara-negara maju telah memberikan 11 trilyun dolar AS uang pembayar pajak, atau 1/5 dari output global, untuk membantu sektor finansial. Ini merupakan input uang pembayar pajak yang terbesar semenjak Perang Dunia Kedua.

Resesi Hebat ini telah merusak kapitalisme secara besar. Tetapi sekarang pemulihan ekonomi ada di depan – ada sinar di ujung terowongan, mungkin – untuk kapitalisme.

Tetapi bagi kelas pekerja, Resesi Hebat ini masih akan berlarut lebih panjang. Tingkat pengangguran meningkat tajam. Di AS, tingkat pengangguran telah mencapai 9,7%, paling tinggi selama 26 tahun terakhir dan ini diprediksikan untuk naik di atas 10% pada akhir tahun. Bila kita ikutsertakan semua orang yang menerima bantuan sosial, maka ada 15 juta rakyat Amerika yang sekarang sedang mencari kerja.

Sekitar 4,3% dari rumah-rumah di Amerika, atau 1 dari 25 rumah, sedang dalam proses penyitaan di quarter kedua tahun 2009, menurut Asosiasi Bank Kredit Perumahan bulan lalu. Ini adalah yang tertinggi selama 30 tahun terakhir. Dan hutang-hutang yang lewat batas waktu setidaknya 90 hari, titik waktu dimana proses penyitaan biasanya dimulai, meningkat hingga 7,97%, rekor tertinggi.

Kelas pekerja Amerika telah terpukul keras. Ada penurunan pendapatan riil rumahtangga sebesar US$2000 pada tahun 2008, penurunan pertahun terbesar dalam 40 tahun! Pendapatan riil rakyat Amerika sekarang kembali ke level dimana mereka berada 12 tahun yang lalu.

Begitulah kesenjangan pendapatan dan kekayaan di Amerika, dimana untuk 20% rumahtangga termiskin, penurunan pendapatan bahkan lebih parah. 25 tahun yang lalu, 20% keluarga terkaya meraup 45% dari semua pendapatan; pada tahun 2008, ini telah meningkat menjadi lebih dari 50%.

Beban membayar hutang mencapai rekor tertinggi – sekitar 18-19% dari pendapatan rata-rata. Menurut sebuah survei baru-baru ini oleh ACNielsen, rakyat Amerika adalah “termasuk orang yang paling tidak punya uang di dunia”, dengan 22% populasi tidak memiliki uang sisa sama sekali setelah membayar biaya hidup utama. Dari 42 negara kapitalis terbesar, rakyat Amerika menabung paling sedikit.

Malapetaka yang besar adalah hilangnya kekayaan yang terikat di harga rumah-rumah yang telah dibeli oleh rakyat Amerika dan di harga saham yang mereka miliki melalui dana pensiun mereka. Semenjak mulainya Resesi Hebat ini, kekayaan rumahtangga Amerika telah anjlok sebesar 20% dengan total 14 trilyun dolar AS; 5 trilyun dari harga rumah; 4 trilyun dari pasar saham dan 3 trilyun dari investasi lainnya.

Hal yang serupa terjadi di Inggris, dimana bank HBOS memperkirakan bahwa rata-rata 30,000 poundsterling per rumahtangga telah hilang karena Resesi Hebat ini; 442 milyar poundsterling dari jatuhnya harga rumah dan 393 milyar poundsterling dari jatuhnya harga saham. Ini adalah penurunan pertama semenjak 2001. Buruh Inggris telah mencoba untuk mengurangi hutang mereka dan terpaksa gagal-bayar kredit perumahan mereka. Walaupun demikian, kekayaan netto (setelah dikurangi hutang) jatuh 10% pada tahun 2008.

Jadi, pemulihan macam apa yang dapat kita harapkan sekarang dimana Resesi Ekonomi telah selesai? Para kapitalis yang optimis berharap bahwa pemulihan ini akan berbentuk V. Ini berarti mereka memprediksikan bahwa penurunan tajam dari output dan laba dunia akan diikuti oleh kebalikannya, peningkatan tajam. Kerugian-kerugian yang diderita selama Resesi Hebat ini akan terpulihkan secara cepat dan kapitalisme akan kembali berfungsi normal.

Ini adalah pemulihan “alami” di bawah kapitalisme, dan ini dialami, contohnya, setelah pemerosotan ekonomi 1974-75, dimana setelah itu diikuti oleh 5 tahun pertumbuhan ekonomi yang kuat sebelum kapitalisme jatuh di dalam kemerosotan yang lebih besar pada tahun 1980. Tetapi ini mungkin tidak akan terjadi kali ini.

Dalam pemulihan alami, resesi menurunkan biaya produksi dan menurunkan nilai kapital secara cukup untuk meningkatkan level keuntungan bagi kapitalis-kapitalis yang masih berdiri. Tingkat pengangguran menurunkan biaya tenaga kerja, dan kebangkrutan dan pengambilalihan mengurangi biaya kapital. Bisnis secara berangsur-angsur mulai meningkatkan produksi kembali, dan akhirnya mulai berinvestasi di kapital baru dan memperkerjakan kembali mereka-mereka yang ada di dalam “pasukan cadangan tenaga kerja”. Ini mendorong permintaan produk-produk investasi dan akhirnya para buruh mulai membeli barang-barang, dan pemulihan bergulir.

Tetapi kapasitas-lebih di dalam industri dan konstruksi sekarang ini sangat besar, dan hutang yang dimiliki oleh bisnis, pemerintah, dan rumahtangga, sangat tinggi, sehingga pemulihan macam ini mungkin akan terhambat. Setiap negara kapitalis besar menemukan bahwa mereka memiliki kapasitas produksi 30% lebih besar daripada permintaan. Ini adalah tingkat kapasitas-lebih terbesar di dalam industri. Produksi harus meningkat sebelum investasi dapat dipertimbangkan.

Pemulihan ekonomi ini bisa juga mengambil bentuk U: yang disebut pemulihan tanpa-lapangan-kerja seperti yang kita saksikan pada resesi 1991-92. Pada awal tahun 1990an, bisnis memperbaharui investasi perlahan-lahan dan tidak memperkerjakan buruh kembali selama beberapa tahun. Jadi pertumbuhan ekonomi berjalan lambat.

Pemulihan ekonomi bahkan bisa mengambil bentuk W. Akan ada dua keanjlokan. Beban kapasitas-lebih dan hutang akan terlalu besar untuk memungkinkan pemulihan pembelanjaan konsumen dan investasi, jadi pemulihan ekonomi akan bersifat sementara dan ekonomi-ekonomi kapitalis besar akan jatuh kembali ke resesi. Ini yang terjadi pada tahun 1980-82, dimana dua resesi harus terjadi sebelum kondisi pulih.

Bahkan lebih buruk, pemulihan ekonomi bisa mengambil bentuk L. Seperti di Jepang setelah runtuhnya boom kredit pada tahun 1989, ekonomi Jepang melempem selama satu dekade. Hutang-hutang besar telah menumpuk di bank-bank dan daripada menghapus hutang ini dan menyebabkan kebangkrutan-kebangkrutan besar dan krisis perbankan, pemerintah Jepang menggunakan uang pembayar pajak untuk menyelamatkan bank-bank tersebut dengan pinjaman dan jaminan. Bank-bank ini kemudian mendiamkan hutang-hutang mereka, tetapi tidak meminjamkan uang untuk investasi baru. Ini tampak serupa dengan kondisi sekarang.

Tetapi kemungkinan pemulihan ekonomi akan lebih seperti tanda akar kuadrat. Anjloknya output telah berakhir. Sekarang akan ada pertumbuhan, Tetapi pertumbuhan ini tidak akan mencapai tingkat pertumbuhan ekonomi yang dicapai sebelum Resesi Hebat. Daripada 3-4% per tahun, output di ekonomi-ekonomi besar akan lebih mendekati 1-2% per tahun. Ini tidak akan cukup untuk memulihkan tingkat keuntungan ke level yang sebelumnya. Oleh karena itu sistem kapitalisme akan menghadapi resiko sebuah resesi yang baru di hari depan.

Diterjemahkan oleh Ted Sprague dari “The Great Recession: is it over?”, Michael Roberts, 17 September 2009

Source: Militan