
Cahaya Edisi I/1/01
Alan Wood
Pada bulan Agustus ini menandai terbunuhnya Leon Trotsy, 61 tahun yang lalu. Sebagai bentuk puncak dari upaya kampanye pemfitnahan dan penyiksaan terhadap Trotsky beserta seluruh keluarganya dan para pengikutnya, oleh rezim Stalin. Ribuan kaum oposisi ditangkap dan dipenjarakan dengan tuduhan melakukan kontrarevolusi, sementara yang lainnya telah kehilangan kehidupannya, tersebar di barak–barak buruh baik di Vorkuta maupun dimana saja. Sedangkan keluarga dekatnya pun dibunuh (Leon Sedov) atau mendapatkan tekanan yang begitu hebatnya hingga mengakhiri hidup dengan bunuh diri.
Lev Davidovich Bronstein atau yang lebih dikenal dengan Leon Trotsky, dilahirkan pada tanggal 7 November 1879 di Yanovka, termasuk pada propinsi Kherson, Ukraina.
Selain Lenin, Leon Trotsky juga merupakan salah satu dari Marxist terbesar di abad 20 ini. Keseluruhan hidupnya sepenuhnya dicurahkan untuk kaum pekerja dan sosialisme internasional. Di awal masa remajanyan, Trotsky muda, sudah terlibat dalam pembuatan leaflet–leaflet ilegal tentang seruan pemogokan bagi kaum pekerja. Aktivitas inilah yang mengantarkan Trotsky muda ke balik penjara.
Pada Revolusi Rusia yang pertama, pada tahun 1905, Trotsky telah menjadi pimpinan Dewan Buruh (Soviet) Petersburg. Dalam pengasingannya di Siberia, untuk kesekian kalinya di mampu melarikan diri dan melakukan aktivitas revolusionernya melalui tempat pembungannya. Sejak perang dunia pertama, Trotsky secara konsisten memegang teguh kedudukan internasionalis, dan menulis manifesto Zimmerwald yang isinya berupaya menyatukan kaum revolusioner dalam menentang perang. Di tahun 1917, Trotsky memainkan peranan utama sebagai organiser pemberontakan di Petrograd.
Setelah Revolusi Oktober, Trotsky menjadi pejabat pertama pada kementrian luar negri dan mengepalai perundingan dengan Jerman di Brest Litovsk. Sejak terjadinya perang sipil, baik ketika Soviet Rusia diserang tentara gabungan dari 25 negara asing, dan maupun ketika kelangsungan revolusi telah mengalami kestabilan, Trotsky mengorganiser Tentara Merah, dan memimpin sendiri perlawanan terhadap Tentara Putih yang melakukan gerakan kontra–revolusi, denga melakukan perjalanan sepanjang ribuan kilometer dengan melakukan penelusuran melalui kereta api. Dan Trotsky tetap memimpin peperangannya hingga tahun 1925.
Peranan Trotsky dalam mengkonsolidasikan suatu negara pekerja yang pertama didunia, tidak terbatas pada aktivitasnya di Tentara Merah saja. Dia pun memainkan peranan kepemimpinan, bersama–sama dengan Lenin, dalam mendirikan Internasionalis Ketiga. Dan pada empat kongres yang pertama Trotsky menulis tentang manifesto dan beberapa pernyataan yang sangat penting. Pada periode pembangunan ekonomi, Trotsky mengorganisir sistem perkeretaapian yang rusak. Dan lagi, Trotsky merupakan seorang penulis yang banyak menghasilkan karya tulis, baik dibidang seni dan sastra (Literature and Revolution) maupun tentang persoalan kehidupan yang dihadapi rakyat keseharian di masa transisi pemerintahan (Problems of Everyday Live).
Setelah Lenin wafat di tahun 1942, Trotsky memimpin perjuangan melawan proses kemunduran birokrasi negara Soviet - sebuah perjuangan dari Lenin menjelang kematiannya. Pada proses perjuangan, Trotskylah yang pertama kali menyokong gagasan–gagasan mengenai rencana lima tahunan, yang ditentang oleh Stalin dan para pengikutnya. Sesudah itu (setelah kematian Lenin, red.) Trotsky sendirian melanjutkan upaya mempertahankan revolusi, demokrasi dan tradisi internasionalis dari Revolusi Oktober.
Trotsy, dengan sendirian pula, memberikan sebuah analisis Marxis ilmiah terhadap proses kemunduran birokratik Revolusi Rusia, yang tercermin dalam karya–karyanya “The Revolution Betrayed”, “In Defence of Marxist”dan “Stalin”. Dan hal ini pulalah yang mengantar Trotsky semakin bertentangan dengan rezim Stalin, hingga kematiannya di Meksiko tanggal 20 Agustus 1940 di tangan seorang agen GPU Stalin.
[Cahaya] [Back to In Defence of Marxism] [Back to Indonesia]