Hari kelima revolusi (29/1) dan gerakan ini terus tumbuh dalam ukuran dan intensitasnya. Jam malam kemarin malam diabaikan, dan hari ini adalah lebih banyak orang di jalan-jalan daripada kemarin. Sebuah jam malam baru telah diumumkan untuk jam empat sore waktu Mesir, tetapi ini tidaklah lebih efektif dibandingkan yang sebelumnya. Bahkan sebelum jam malam ini berlangsung, sejumlah besar demonstran telah berkumpul di jalan-jalan.

Kobaran api kemarahan rakyat telah menyebar ke seluruh Mesir dan tak ada yang dapat menghentikannya. Nasib rejim Mubarak ada di ujung tanduk. Hari ini (28/1) terjadi benturan-benturan berdarah di jalan-jalan Kairo dan di kota-kota Mesir lainnya yang mana perjuangan untuk kekuasaan telah masuk ke tahapan yang baru. Massa dipanggil untuk berdemo setelah sembahyang Jumat. Rejim Mubarak telah memperingatkan bahwa setiap demo dihadapi dengan kekuatan penuh negara. Panggung telah dipersiapkan untuk sebuah konfrontasi yang dramatis.

Hari Rabu tanggal 19 dan Kamis tanggal 20 terlihat kelanjutan dari demonstrasi massa di seluruh Tunisia melawan pemerintah nasional bersatu “baru” dan menuntut berakhirnya partai RCD yang berkuasa. Puluhan ribu massa di seluruh negeri bergerak di bawah slogan "RCD degagé" (Tolak RCD), dengan jelas mengidentifikasi pemerintah nasional bersatu sebagai kelanjutan dari rezim lama.

Gerakan revolusioner yang luar biasa dari kaum pekerja dan pemuda Tunisia merupakan inspirasi dan contoh bagi seluruh dunia. Selama lebih dari seminggu Tunisia tengah mengalami suatu revolusi dalam dimensi yang luarbiasa. Insureksi massa di Tunisia ini berakhir dengan penggulingan diktator Zine al-Abidine Ben Ali (Zaenal Abidin Bin Ali, pent.) setelah 23 tahun berkuasa.

Dunia kita sedang berubah, memasuki sebuah periode transisional dari satu epos ke epos lainnya. Berikut ini adalah perspektif dunia untuk mehamami proses tersebut dan memberikan kita, kaum revolusioner, arahan untuk bertindak dan membawa sosialisme ke muka bumi.

Dunia kita sedang berubah, memasuki sebuah periode transisional dari satu epos ke epos lainnya. Berikut ini adalah perspektif dunia untuk mehamami proses tersebut dan memberikan kita, kaum revolusioner, arahan untuk bertindak dan membawa sosialisme ke muka bumi.

Dunia kita sedang berubah, memasuki sebuah periode transisional dari satu epos ke epos lainnya. Berikut ini adalah perspektif dunia untuk mehamami proses tersebut dan memberikan kita, kaum revolusioner, arahan untuk bertindak dan membawa sosialisme ke muka bumi.

Alan Woods diwawancari oleh Sudestada, sebuah majalah bulanan seni, budaya, dan berita Argentina, tentang Revolusi Rusia dan degenerasi yang terjadi sesudahnya. Sebagaimana dijelaskan Alan, apa yang gagal di Rusia bukanlah sosialisme, melainkan sebuah karikatur birokratik dari sosialisme. Dalam bagian pertama ini, Alan bertutur mengenai bagaimana Stalin naik ke tampuk kekuasaan.

Pada hari Sabtu (31/7), pejabat Cina mengumumkan bahwa Cina sekarang adalah ekonomi nomor 2 yang baru. Pengumuman ini tidaklah mengejutkan. Pada tahun 2009, Cina sudah hampir melewati Jepang. Ia bahkan dapat melewati Amerika Serikat sekitar tahun 2025 menurut prediksi Bank Dunia, Goldman Sachs, dan yang lainnya.

Pada tanggal 20 Agustus 1940, Leon Trotsky akhirnya dibunuh oleh agen rahasia GPUnya Stalin. 70 tahun setelah pembunuhan ini, ide-idenya masihlah relevan bahkan setelah dia mati dan dihujat. Dalam periode krisis ini, entah dari mana, tiba-tiba dua sejarahwan borjuis menulis dua buku biografi Trotsky dengan tujuan untuk membunuhnya lagi. Sungguh kelas borjuasi terobsesi dengan kematian Trotsky.