Pada 19 Maret, mayoritas rakyat Mesir memberikan suara dalam referendum, mendukung serangkaian amandemen terhadap Undang-undang Dasar. Meski demikian, kelirulah bila orang memandang bahwa pemberian suara tersebut sebagai dukungan terhadap kebijakan Dewan Tentara untuk melemahkan revolusi dan kembali pada normalitas kapitalis dengan perubahan-perubahan sesedikit mungkin.

Paragraf Introduksi: Mengatakan bahwa sebuah revolusi telah dimulai bukan berarti bahwa revolusi tersebut telah selesai, apalagi mengatakan bahwa kemenangan terjamin. Ini adalah sebuah pertarungan kekuatan-kekuatan yang hidup. Revolusi bukanlah drama satu babak. Ia merupakan sebuah proses yang rumit dengan berbagai arus pasang surut. Penggulingan Mubarak, Ben Ali dan Gannouchi menandai berakhirnya babak pertama, tetapi Revolusi belum sepenuhnya berhasil menggulingkan rezim lama, sementara rejim lama ini belum berhasil mengambil kembali kontrol.

Pada masa sebuah pemogokan atau revolusi orang merasa seperti manusia dengan harkat-martabat dan hak-hak asasinya.  Setelah hampir seumur hidup dipaksa bungkam, mereka mendapati bahwa mereka memiliki suara. Wawacara-wawancara dengan orang-orang di jalan-jalan adalah ekspresi yang indah tentang hal ini. Kaum miskin, orang-orang buta huruf berkata: kami akan bertarung, kami tidak akan meninggalkan jalan-jalan; kami menuntut hak-hak kami dan kami menuntut agar kami diperlakukan dengan hormat. Ini benar-benar suatu hal yang progresif. Inilah esensi sejati dari sebuah revolusi yang sejati.

Yang sedang kita lihat terbuka di hadapan kita adalah tahap-tahap awal dari revolusi sosialis dunia. Proses umum yang sama akan bergulir, kendali dengan ritme berbeda, di seluruh muka bumi. Akan ada pasang naik dan turun, kekalahan-kekalahan dan juga kemenangan-kemenangan, kekecewaan-kekecewaan dan juga keberhasilan-keberhasilan. Kita harus siap menghadapi ini. Namun tendensi umumnya adalah percepatan perjuangan kelas yang lebih besar dalam skala dunia.

Telah terjadi banyak diskusi di Amerika Latin tentang peristiwa-peristiwa yang sedang berlangsung di Libya. Artikel ini menjelaskan posisi IMT (International Marxist Tendency), yang mendukung perlawanan rakyat Libya, sementara pada saat yang sama mengutuk intervensi apapun dari pihak imperialis. Kami juga secara kritis mengkaji posisi yang diambil oleh Hugo Chavez dan Fidel Castro.

“Saya benar-benar percaya revolusi telah mengubah kita. Rakyat memperlakukan satu sama lain dengan berbeda.” Inilah kata-kata Sdri. Kamel, 50, satu dari banyak perempuan yang turun ke Lapangan Merdeka (Tahrir Square), yang secara aktif berpartisipasi dalam revolusi.

Di Venezuela, dan Amerika Latin secara keseluruhan, beberapa kaum Kiri telah mencitrakan seolah-olah Rezim Khaddafy adalah rezim anti-imperialis. Mereka gagal melihat watak sesungguhnya dari revolusi yang sedang terjadi. Berikut ini kami menerbitkan suatu pernyataan dari kaum Marxis Venezuela, Lucha de Clases, di mana mereka menjelaskan watak dari rezim tersebut dan menjelaskan perlunya mendukung perlawanan rakyat Libyan.

Setelah rakyat Tunisia menggulingkan Ben Ali, kita diberitahu oleh yang namanya para pakar analisis bahwa revolusi tidak akan menyebar ke Mesir. Setelah itu terjadi, para ahli ini tidak begitu yakin apa lagi yang akan terjadi selanjutnya. Gerakan-gerakan yang perkasa telah bermunculan di Yordania dan Yaman, juga protes-protes besar di Aljazair dan negeri-negeri yang lain. Sekarang Libya dan Bahrain turut dalam antrian, demikian pula Irak, sementara Yaman memanas lagi.

Hari ini menandai satu bulan setelah penumbangan revolusioner dari diktatur Ben Ali yang dibenci di Tunisia pada tanggal 14 Januari. Satu bulan ini telah dipenuhi dengan perjuangan terus menerus antara kelas penguasa yang ingin kembali ke normalitas borjuis dan kaum buruh dan muda yang ingin melanjutkan revolusi dan berjuang untuk menghentikan kembalinya rejim yang lama.

Hari ini menandai satu bulan setelah penumbangan revolusioner dari diktatur Ben Ali yang dibenci di Tunisia pada tanggal 14 Januari. Satu bulan ini telah dipenuhi dengan perjuangan terus menerus antara kelas penguasa yang ingin kembali ke normalitas borjuis dan kaum buruh dan muda yang ingin melanjutkan revolusi dan berjuang untuk menghentikan kembalinya rejim yang lama.

Sang tiran telah jatuh! Ketika saya menulis ini, Hosni Mubarak telah mundur. Ini adalah sebuah kemenangan yang besar, bukan hanya untuk rakyat Mesir, tetapi juga untuk kaum buruh seluruh dunia. Setelah 18 hari mobilisasi revolusioner terus-menerus, dengan 300 korban jiwa dan ribuan terluka, tirani 30 tahun Hosni Mubarak berakhir.