Berikut ini adalah saduran dari Perspektif Politik Dunia 2012, mengupas mengenai krisis di Eropa dan bagaimana krisis ekonomi ini memicu krisis politik terbesar di Eropa.

Pemilu presidensial Mesir yang sarat dengan kecurangan akan menjalani putaran kedua pada 16-17 Juni. Dalam pemilu ini, Ahmad Shafiq, salah satu mantan menteri rejim Mubarak, akan berhadapan dengan Mohammed Morsi dari Ikhwanul Muslimin. Kaum Marxis tidak dapat memberikan dukungan kepada siapapun di antara mereka berdua. Kedua orang ini mewakili kekuatan-kekuatan konter-revolusi. Namun, kelompok Sosialis Revolusioner (SR) di Mesir justru memutuskan untuk memberikan dukungan kepada Ikhwanul Muslimin. Ini merupakan suatu kesalahan yang sangat besar.

Kontribusi-kontribusi yang diberikan di dalam dokumen ini oleh Kawan Alan Woods, dan Kawan Adam Booth membentuk bagian dari pengalaman kolektif tendensi kita dari kerja mahasiswa pertama kita yang serius pada tahun 1960-an di Universitas Sussex sampai kerja kita hari ini. Oleh karenanya, kontribusi mereka ini harus disambut oleh semua kamerad-kamerad mahasiswa dan juga buruh – sebagai dokumen penting kelanjutan (kontinuitas) dan aplikasi praktis dari kerja kita sebagai kaum Marxis revolusioner di dalam medan politik mahasiswa. Lebih dari itu, pengalaman-pengalaman ini mengandung pelajaran-pelajaran yang relevan tidak hanya di kampus universitas, tetapi pada kenyataannya dapat diaplikasikan juga di semua bidang aktivitas kita.

Hari ini menandai 72 tahun aksi pembunuhan yang dilakukan terhadap Leon Trotsky. Seorang agen Stalinis yang pengecut menikam kepalanya dengan kapak es. Trotsky jatuh koma. Ia meninggal dunia pada keesokan harinya, 21 Agustus 1940.

Dalam satu setengah tahun terakhir, Revolusi Arab dan badai-badai di Eropa telah mendorong diri mereka ke depan. Revolusi Amerika Latin, sebaliknya, tampak bergerak lebih lambat daripada sebelumnya. Perkembangan seperti ini adalah tak terelakkan, yang merefleksikan karakter perkembangan revolusi dunia yang tergabungkan dan tak-berimbang. Tetapi ada juga perkembangan-perkembangan penting di Amerika Latin, dengan beberapa peristiwa penting yang sedang dipersiapkan di bulan-bulan ke depan.

Gerakan revolusioner massa rakyat Arab niscaya mempengaruhi secara besar Afrika Sub-Sahara, menggerakkan massa yang selama berpuluh-puluh tahun telah dipaksa hidup secara menggenaskan. Segera setelah awal dari Musim Semi Arab, ledakan-ledakan kekecewaan massa terjadi di banyak negara-negara sub-Sahara, terutama di Burkina Faso, Senegal, Malawi, Zambia, dan Swaziland, tetapi ledakan-ledakan kecil terjadi juga di semua negara-negara Afrika, dan pada umumnya ketegangan antara massa dan penguasa mereka telah menjadi lebih besar.

Kemanapun kapitalis mencari, mereka tidak menemukan solusi. Ilusi bahwa Asia dapat menyelamatkan mereka, dengan cepat menguap. Mereka dibangunkan oleh kenyataan bahwa Asia, kendati potensi produksinya yang besar, tidak akan dapat menggantikan hilangnya permintaan dan produksi di Eropa dan AS. Ini dicontohkan oleh Jepang, yang sudah berubah dari model negara yang tumbuh berkembang menjadi sebuah negara yang dijangkiti oleh stagnasi jangka panjang, pengangguran yang meningkat, dan kontradiksi sosial yang semakin besar.

Amerika Serikat hampir bangkrut dan tidak mampu membayar utang publik sebesar 14.3 trilyun dolar AS pada Agustus 2011, ketika administrasi Obama pada menit-menit terakhir membuat perjanjian baru untuk menaikkan limit utang mereka. Krisis ini menyebabkan perpecahan yang terbuka dan pahit antara kaum Republikan dan Demokrat, yang mewakilkan lapisan-lapisan kelas kapitalis yang berbeda.

Tendensi kita sebelumnya tidak percaya kalau euro dapat terbentuk, karena kemustahilan menyatukan ekonomi-ekonomi yang bergerak ke arah yang berbeda-beda. Tetapi untuk sementara mereka mampu melakukan ini, karena boom kapitalis yang berkepanjangan. Pada dokumen tahun 1997, “A Socialist Alternative to European Union”, kami mengatakan bahwa euro akan runtuh karena “mereka akan saling menyerang”. Skenario ini sekarang mulai terjadi di depan mata kita.

Situasi dunia sedang berubah dengan kecepatan kilat. Setelah Revolusi Arab, peristiwa-peristiwa sapng susul menyusul dengan cepat: gerakan indignados di Spanyol; gelombang pemogokan dan demonstrasi di Yunani; kerusuhan-kerusuhan di Inggris; gerakan di Wisconsin dan gerakan Okupasi di AS; tumbangnya Gaddafi; jatuhnya Papandreou dan Berlusconi; semua ini adalah gejala-gejala dari epos sekarang ini.

Rakyat Yunani yang menolak program penghematan kapitalis menemukan ekspresi politik mereka di dalam Partai SYRIZA. Kaum Marxis Yunani di dalam SYRIZA - - yang tergabung dalam Marxistiki Foni, Seksi IMT di Yunani - mengajukan proposal 10 Poin Programatik untuk mempersenjatai SYRIZA sebagai wadah perjuangan melawan krisis kapitalisme.

Berikut ini adalah surat terbuka dari dewan editorial majalah Marxis bahasa Arab, Freedom and Communism, untuk kelompok Revolutionary Socialists di Mesir, mengenai posisi mereka dalam pemilu presiden mendatang. Surat ini meminta kawan-kawan Revolutionary Socialists untuk meninggalkan posisi keliru mereka (mendukung Ikhwanul Muslimin) dan menyerukan boikot pemilu presidensial mendatang.