Alexander III meninggal pada 1 November 1894, dan digantikan oleh anaknya, Nicholas II. Pada bulan Januari setahun kemudian, pada saat pernikahan sang raja yang megah, kaum liberal Zemstvo mengumpulkan keberanian mereka dan mengirim sebuah petisi dalam bentuk ucapan selamat: “Kami sangat berharap kalau suara rakyat akan selalu dapat terdengar di ketinggian singgasana raja.” Nicholas II menjawab dengan sangat tajam: “Saya sangat senang melihat perwakilan-perwakilan dari semua kelas berkumpul untuk menyatakan kesetiaan mereka. Saya percaya akan ketulusan dari sentimen kesetiaan tersebut, yang memang adalah sesuatu yang harus dilakukan oleh setiap penduduk Rusia. Tetapi saya tahu bahwa belakangan ini, di beberapa pertemuan Zemstvo, terdengar suara orang-orang yang bermimpi akan partisipasi para perwakilan Zemstvo di dalam urusan-urusan administrasi internal. Biarlah semua orang tahu bahwa saya, sementara membaktikan seluruh tenaga saya untuk kesejahteraan rakyat, akan mempertahankan prinsip otokrasi dengan tegas dan tanpa-keraguan seperti ayah saya.”

Teori perkembangan tergabungkan dan tak-berimbang Marxis menemukan ekspresinya yang paling sempurna di dalam relasi-relasi sosial Rusia yang teramat kompleks pada peralihan abad ke-20. Bersandingkan dengan mode kehidupan feodal, semi-feodal, dan bahkan pra-feodal, muncul pabrik-pabrik yang paling moderen, yang dibangun dengan kapital Prancis dan Inggris dengan teknologi yang paling muktahir.

Kasus kriminalisasi kawan Sultoni – pejuang buruh dari Serikat Progresif dan Sekber buruh – baru-baru ini, yang dijegal pasal “Perbuatan Tidak Menyenangkan” oleh pemilik modal, mendorong sebuah pertanyaan yang awalnya tampak sepele tetapi kalau kita telaah lebih jauh ternyata cukup fundamental di dalam perjuangan buruh. Ini menyangkut masalah “senang” dan “tidak senang”.

Berikut ini adalah dokumen perspektif politik dunia 2012 yang disetujui oleh Kongres Dunia Tendensi Marxis Internasional (IMT) pada Agustus 2012

Sebelum mencoba menjawab pertanyaan-pertanyaan Anda, saya harus mengingatkan Anda bahwa saya tidak pernah punya kesempatan untuk mempelajari bahasa Yahudi, yang hanya berkembang setelah saya dewasa[1]. Saya tidak punya kesempatan untuk mengikuti pers Yahudi, yang mencegah saya untuk memberikan pendapat yang tepat mengenai berbagai aspek yang begitu penting dan tragis. Oleh karenanya saya tidak bisa mengklaim punya otoritas khusus untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan Anda. Akan tetapi saya akan mencoba menjawabnya dan menyampaikan pendapat saya.

Partai Sosial Demokrat [Rusia], yang merupakan ekspresi sadar dari gerakan kelas buruh, bertujuan membebaskan rakyat pekerja sepenuhnya dari segala bentuk penindasan dan eksploitasi. Pencapaian tujuan ini -- penghapusan kepemilikan pribadi atas alat-alat produksi dan pembentukan masyarakat sosialis -- mensyaratkan perkembangan kekuatan-kekuatan produksi yang sangat tinggi dan pengorganisasian kelas buruh yang tinggi. Perkembangan penuh kekuatan-kekuatan produksi di dalam masyarakat borjuis moderen, perjuangan kelas yang luas, bebas, dan terbuka, dan pendidikan, pelatihan, dan pengorganisiran politik massa proletar adalah mustahil tanpa kebebasan politik. Oleh karenanya, kaum proletariat yang sadar kelas selalu berjuang untuk kebebasan politik yang sepenuh-penuhnya dan revolusi demokratik.

Pada 1 Maret 1881, kereta kuda Tsar Alexander II[1] sedang melewati Kanal Catherine di kota St. Petersburg, ketika seorang anak muda tiba-tiba melempar apa yang tampaknya seperti bola salju. Ledakan yang menyusul tidak mengenai targetnya, dan sang Tsar turun, tidak terluka, untuk berbincang dengan beberapa tentara Cossack[2] yang terluka. Saat itu juga teroris kedua, Grinevetsky, cepat melompat ke depan dan berkata: “Terlalu cepat untuk berterimakasih pada Tuhan”, dan melempar bom ke kaki sang Tsar. Satu setengah jam kemudian, Kaisar seluruh rakyat Rusia mati. Tindakan ini menandai salah satu periode yang paling penting di dalam sejarah revolusi – sebuah periode dimana segelintir anak-anak muda yang berdedikasi dan heroik melawan kekuatan negara Tsar. Namun keberhasilan para teroris ini dalam membunuh figur tertinggi dari otokrasi ini justru menghantarkan pukulan mematikan terhadap Narodnaya Volya[3] yang mengorganisirnya.

Tulisan Lenin pada 1902 ini masihlah sangat relevan hari ini, dimana dia berbicara mengenai pentingnya buruh untuk melakukan agitasi politik yang luas dan tidak berkutat pada ekonomisme saja. Ketika hari ini buruh mulai bergerak melewati batasan ekonomisme, tulisan ini wajib dibaca oleh setiap kaum buruh revolusioner yang ingin membawa perjuangan buruh lebih dekat ke sosialisme. (Diterjemahkan oleh Ted Sprague).

Pada pemilu Yunani baru-baru ini, kekuatan kiri meraih suara besar: SYRIZA 17%, Partai Komunis Yunani (KKE) 8.5%, Democratic Left 6.1%). Dalam pemilu ini KKE mengalami stagnasi walaupun partai-partai borjuis mengalami kemunduran besar. Berikut ini adalah kritik dari seorang anggota Komite Nasional Pemuda Komunis Italia mengenai taktik sektarian KKE yang menghambatnya untuk meraih hegemoni di periode revolusioner yang sekarang sedang menggoyang Yunani. Ini ditulis sebelum pemilu berlangsung, dan kritiknya sangat relevan terutama melihat stagnasi KKE. (Redaksi Militan)

Berikut ini adalah saduran dari Perspektif Politik Dunia 2012, mengupas mengenai krisis di Eropa dan bagaimana krisis ekonomi ini memicu krisis politik terbesar di Eropa.

Pemilu presidensial Mesir yang sarat dengan kecurangan akan menjalani putaran kedua pada 16-17 Juni. Dalam pemilu ini, Ahmad Shafiq, salah satu mantan menteri rejim Mubarak, akan berhadapan dengan Mohammed Morsi dari Ikhwanul Muslimin. Kaum Marxis tidak dapat memberikan dukungan kepada siapapun di antara mereka berdua. Kedua orang ini mewakili kekuatan-kekuatan konter-revolusi. Namun, kelompok Sosialis Revolusioner (SR) di Mesir justru memutuskan untuk memberikan dukungan kepada Ikhwanul Muslimin. Ini merupakan suatu kesalahan yang sangat besar.

Upcoming Events

Revolution 2018 - a three-day festival of Marxist ideas

(Date: 19 Oct 06 pm - 21 Oct 06 pm )
Calendar: In Defence of Marxism
Malet Street, WC1E 7HY London, United Kingdom
19 Oct 6:00 pm (BST) - 21 Oct 6:00 pm (BST)
Revolution 2018 - a three-day festival of Marxist ideas
Revolution 2018 is a three-day festival of Marxist ideas, hosted by Socialist Appeal, In Defence...
Free event

Book launch: Germany 1918-33 - Socialism or Barbarism

(Date: 19 Oct 07 pm - 08 pm )
Calendar: In Defence of Marxism
Malet Street, WC1E 7HY London, United Kingdom
19 Oct 7:00 pm (BST) - 8:30 pm (BST)
Book launch: Germany 1918-33 - Socialism or Barbarism
TO BE LIVE-STREAMED FROM THIS FACEBOOK EVENT - PLEASE FOLLOW FOR UPDATES.

Wellred Books...
Free event