Setelah serangan militer yang paling brutal terhadap orang Tamil tahun ini, ratusan ribu rakyat Tamil tersingkirkan dari rumah mereka dan ditahan di “kamp-kamp konsentrasi” yang tersebar di Sri Lanka. Di Vavuniya saja ada 32 kamp seperti itu yang dihuni oleh lebih dari 160 ribu pengungsi Tamil. Total ada sekitar 300 ribu Tamil yang telah ditahan di kamp-kamp ini semenjak berakhirnya serangan militer terhadap Tamil Tiger pada bulan Mei.

Dua puluh tahun yang lalu Tembok Berlin runtuh dan kaum borjuis di dunia Barat sangat gembira, bersukacita akan “jatuhnya komunisme”. Setiap tahun kaum kapitalis merayakannya seperti halnya rejim Orde Baru yang merayakan persitiwa 30 September dengan mesin propaganda mereka. Akan tetapi, dua puluh tahun kemudian situasi terlihat sangat berbeda dimana kapitalisme memasuki krisisnya yang paling parah semenjak 1929. Sekarang mayoritas rakyat di bekas Jerman Timur memilih partai kiri dan mengingat kembali keuntungan dari ekonomi terencana. Setelah menolak Stalinisme, mereka sekarang telah mencicipi kapitalisme, dan kesimpulan yang mereka ambil adalah bahwa sosialisme lebih baik daripada kapitalisme.

Musim panas ini, Percikan Merah (Rato Jhilko), sebuah majalah Partai Komunis Nepal memuat sebuah artikel oleh Baburam Bhattarai, yang mengatakan bahwa “Trotskisme sudah menjadi lebih relevan daripada Stalinisme dalam memajukan perjuangan kaum proletar”. Ini adalah hasil dari pengalaman sejarah yang konkrit, yang telah menguak karakter Stalinisme yang sesungguhnya dan membenarkan gagasan-gagasan Leon Trotsky mengenai Revolusi Permanen, terutama di Nepal.

Bagi kaum kapitalis, Resesi Hebat ini kurang lebih sudah berakhir, tetapi tingkat kapasitas-lebih di dalam industri dan konstruksi bersama-sama dengan tingkat hutang yang dimiliki oleh bisnis, pemerintah, dan rumahtangga berarti bahwa pemulihan ekonomi akan terhambat. Setiap negara kapitalis besar menemukan bahwa mereka memiliki kapasitas produksi 30% lebih besar daripada permintaan. Ini adalah tingkat kapasitas-lebih terbesar di dalam industri.

Kemarin pagi (22/9) pasukan polisi dan tentara secara brutal menyerang ribuan pendukung presiden Mel Zelaya dan mengusir mereka dengan kekerasan dari pelataran kedutaan besar Brazil di ibukota Tegucigalpa. Akan tetapi, represi brutal ini tidaklah menghancurkan semangat rakyat pekerja Honduras untuk melawan kudeta. Mengikuti kepemimpinan yang diberikan oleh Front Perlawanan Nasional, demo-demo massa dan barikade-barikade dibentuk di semua lingkungan tempat tinggal buruh dan di kota-kota besar di seluruh negeri.

Hari Senin lalu (21/9), baru dikonfirmasikan bahwa Mel Zelaya ada di ibukota Tegucigalpa. Dia menyerukan kepada rakyat untuk turun ke jalan dan melindungi dia. Rakyat merespon dengan jumlah puluhan ribu. Beberapa jam ke depan adalah waktu yang menentukan. Perimbangan kekuatan ada di sisi rakyat. Mereka bisa mengantarkan pukulan terakhir terhadap rejim kudeta ini dan memulai membangun rejim politik yang berdasarkan organisasi massa.

Satu tahun yang lalu Pabrik SIDOR dinasionalisasi. Sejak saat itu telah terjadi pertarungan berkelanjutan antara para pekerja yang ingin mengimplementasikan kontrol buruh yang sejati dan elemen-elemen yang sedang melakukan segala cara yang memungkinkan untuk menggagalkan pembentukan "perusahaan sosialis" ini. Ini merupakan bagian dari perjuangan umum antara revolusi dan reformisme dalam gerakan buruh Venezuela.

Jutaan rakyat Iran turun ke jalan menuntut perubahan rejim di Iran. Gerakan yang semula dipercikkan oleh “kecurangan pemilu” telah berubah menjadi gerakan menuntut hak-hak demokrasi sepenuhnya dan turunnya kediktaturan Republik Islam Iran. Berikut ini adalah wawancara (yang dilakukan pada tanggal 2 Juli 2009) dengan Arash Azizi, seorang aktivis sosialis dari Iran.

Pada tanggal 6 Juni 2009 lalu di Solo, tepatnya di kelurahan Kestalan, di tengah-tengah perkampungan padat dan kumuh, buku Revolusi Permanen dibedah.

Dalam Bagian Empat ini kita akan melihat sebuah perjuangan untuk kontrol buruh yang sedang tumbuh di Venezuela. Perjuangan ini mengindikasikan bahwa kelas buruh Venezuela mulai mengintervensi secara aktif dalam revolusi Bolivarian dan telah membawa beberapa lapisan gerakan yang lebih maju pada sebuah kesimpulan bahwa transformasi masyarakat ke arah sosialisme merupakan satu-satunya langkah maju untuk revolusi Amerika Latin.

Kudeta yang baru terjadi di Hoduras sekali lagi memperjelas fakta bahwa bahkan reformasi ringan dalam sistem kapitalisme tak dapat ditoleransi oleh kaum oligarki lokal di Amerika Latin dan para majikan imperialisnya. Namun Venezuela mengajarkan kalau massa dimobilisasi, reaksi dapat dihentikan. Kinilah saatnya untuk memobilisasi kekuatan penuh kaum buruh dan kaum miskin Honduras.

Upcoming Events

Revolution 2018 - a three-day festival of Marxist ideas

(Date: 19 Oct 06 pm - 21 Oct 06 pm )
Calendar: In Defence of Marxism
Malet Street, WC1E 7HY London, United Kingdom
19 Oct 6:00 pm (BST) - 21 Oct 6:00 pm (BST)
Revolution 2018 - a three-day festival of Marxist ideas
Revolution 2018 is a three-day festival of Marxist ideas, hosted by Socialist Appeal, In Defence...
Free event