Peristiwa-peristiwa dramatik sedang terjadi di Iran. Ratusan ribu rakyat turun ke jalan dengan tenang melalui pusat kota Tehran pada hari Senin (15 Juni) untuk memprotes pemilihan presiden Iran. Ini adalah demonstrasi anti-pemerintah terbesar semenjak Revolusi 1979. Situasi revolusioner di Iran berkembang dengan sangat cepat. Dalam satu minggu semenjak artikel ini ditulis (15 Juni 2009) dan diterbitkan dalam Bahasa Indonesia (22 Juni 2009), situasi di Iran sudah bertambah akut.

Dua kandidat bersaing di dalam “pemilihan presiden” Iran, tetapi rejim Iran sudah menentukan siapa yang akan menang jauh sebelum pemilihan ini diselenggarakan. Walaupun Mousavi adalah “oposisi loyal” yang moderat, sebagian besar rakyat Iran menggunakan suara mereka untuk menyuarakan oposisi mereka terhadap rejim ini. Segera setelah “hasil pemilihan” diumumkan, kerusuhan meledak di jalan-jalan, yang menunjukkan kemarahan dan ketidakpuasan rakyat. Peristiwa ini menandai sebuah fase baru di dalam perkembangan Revolusi Iran.

Pada tanggal 9 April tahun ini, Indonesia menyelenggarakan pemilu ke-4nya yang “demokratis” semenjak kemerdekaannya pada tahun 1945. Yang dibutuhkan di dalam periode ini adalah sebuah gerakan buruh dengan partai massa pekerja yang sejati. Ini telah mewarnai perdebatan di dalam gerakan Kiri termasuk perdebatan mengenai boikot. Kita harus kembali lagi ke Lenin dan mempelajari bagaimana dia menghadapi masalah Duma Tsar.

Kami menyerukan sebuah panggilan kepada rakyat Venezuela, kelas pekerja internasional, dan semua yang mendukung perjuangan emansipasi buruh untuk mengirimkan surat ke Presiden Chavez menuntut diekspropriasinya pabrik Acerven di bawah kontrol buruh, tidak meninggalkan nasib pabrik Inveval di tangan pasar kapitalis, akhiri sabotase birokrasi, ekspropriasi pabrik Gotcha, INAF, MDS, dan Vivex, dan penyelidikan penuh terhadap pembunuhan Argenis Vazquez.

Disini Rosa Luxemburg menekankan kenyataan bahwa periode reformisme telah berakhir dengan tibanya krisis kapitalisme dan semakin dekatnya peperangan (baca Perang Dunia Pertama). Pertama kali dipublikasikan di koran Liepziger Volkzeitung, 30 April, 1913

Di bagian ke tiga dari Kontrol Buruh dan Nasionalisasi, Rob Lyon memaparkan pengalaman Yugoslavia dan kegagalan dari kebijakan "sosialisme pasar" dan "manajemen-mandiri" yang mengakibatkan runtuhnya perekonomian Yugoslavia dan perpecahannya menjadi 8 negara dalam perang 10 tahun (1991-2001) yang menelan korban lebih dari 140 ribu rakyat. (Indonesia translation of Workers’ Control and Nationalization - Part Three)

Pada hari Kamis sore, 29 Januari, dua pekerja dibunuh oleh polisi di negara bagian Anzoategui, Venezuela. Para pekerja yang terbunuh adalah Pedro Suarez dari pabrik Mitsubishi dan José Marcano dari pabrik autopart Macusa yang terletak dekat dengan pabrik Mitsubishi. Mereka terbunuh saat polisi daerah Anzoategui berusaha mengusir ratusan pekerja yang telah menduduki pabrik Mitsubishi (MMC).

Konflik Israel-Palestina adalah sebuah konflik yang telah berlangsung selama lebih dari 60 tahun. Selama periode tersebut, kekejaman imperialisme Israel semakin hari semakin menajam, dan penyelesaian konflik ini semakin jauh dari capaian rakyat pekerja Palestina dan juga Israel. Serangan brutal ke Gaza baru-baru ini adalah salah satu dari episode kekejaman imperialisme Israel. Apakah solusi untuk masalah Israel-Palestina? Apakah sikap yang harus diambil oleh kaum revolusioner sedunia?