Pada 24 Juni 2010, sebuah penghimpunan massa diorganisir oleh Jammu Kashmir National Student Federation atau Federasi Mahasiswa Nasional Jammu Kashmir (JKNSF) yang dimulai dari Lapangan Kolese Rawlakot. Penghimpunan-massa itu dipimpin oleh kamerad Amjad Shahsawar (Ketua JKNSF) dan ribuan kaum muda dari seluruh Kashmir berpartisipasi. Para demonstran mengibarkan slogan-slogan revolusioner, seperti "Inqalab, Inqalab, Socialist Inqalab" (Revolusi, Revolusi, Revolusi Sosialis), "Kali raat jaway e jaway-Surkh sawera away e aaway" (Sebuah fajar merah akan mengakhiri malam yang gelap ini), dsb. Setelah menjalani segenap kota, penghimpunan-massa bergabung dengan Konferensi Revolusioner Kashmir yang diorganisir di Stadion Sabir Shaheed.

Serangan tentara Israel terhadap kapal-kapal Flotilla telah membangkitkan amarah rakyat sedunia. Di seluruh dunia, rakyat pekerja turun ke jalan untuk memprotes tindakan kejam ini. Masalah Israel-Palestina telah berlangsung selama lebih dari 60 tahun dan sampai sekarang belum ada penyelesaiannya. Berikut ini kami terbitkan sebuah artikel dari kamerad Isa Al-Jaza'iri, yang ibunya diusir keluar dari rumahnya di Haifa pada tahun 1948 oleh tentara Israel. Dalam artikel ini kamerad Isa Al-Jaza'iri mengatakan bahwa hanya sosialisme yang bisa menghantarkan pembebasan yang sesungguhnya bagi rakyat Palestina.

Gejolak sosial dan politik di Thailand mencapai klimaksnya dengan pembentukan barikade di Bangkok pada awal Maret 2010, dimana puluhan ribu demonstran kaos-merah menduduki area pusat Bangkok. Dua bulan perjuangan yang sengit berakhir dengan serangan militer pada tanggal 19 Mei yang akhirnya berhasil menghancurkan basis kamp Kaos Merah. 85 orang mati dan ribuan lainnya terluka. Ofensif konter revolusioner meraih kemenangan, tetapi Thailand tidak akan pernah sama lagi. Sebuah perang kelas telah dimulai. Di Rajprasong, mereka bernyanyi: “Ini adalah perang kelas yang akan menyapu otokrasi”. Berikut ini adalah analisa yang ditulis pada hari penyerangan militer terhadap kamp kaos merah (19/5).

Penerbitan Revolusi yang Dikhianati edisi Bahasa Indonesia adalah sebuah peristiwa yang penting dan patut dirayakan oleh seluruh kaum Marxis revolusioner dimanapun. Dengan populasi 230 juta, Indonesia adalah negara terpadat keempat di dunia. Indonesia memiliki populasi muslim yang terbesar di dunia. Tetapi ia juga memiliki satu sejarah yang revolusioner, yang ditandai oleh kepahlawanan yang besar dan tragedi yang pahit.

Yunani terancam kebangkrutan. Pemerintahan Yunani setelah menghabiskan bermilyar-milyar euro untuk menyelamatkan kapitalis pada resesi tahun lalu sekarang terancam bangkrut karena defisit anggaran. Untuk membayar defisit ini, pemerintahan Yunani mengajukan kebijakan penghematan yang berarti pemotongan anggaran sosial. Kebijakan anti-pekerja ini ditentang dengan keras oleh para buruh yang telah melakukan pemogokan dan demonstrasi besar-besaran. Berikut ini adalah sebuah analisa dari kamerad di Yunani mengenai prospek, hasil, dan tugas-tugas yang harus dilakukan untuk memenangkan perjuangan ini.

Panggilan yang dikumandangkan oleh Presiden Chavez untuk mendirikan sebuah Internasionale baru, yakni Internasionale Kelima, telah memancing diskusi yang hangat di kalangan gerakan kaum pekerja di Amerika Latin serta dalam skala dunia. Adalah mustahill bagi kaum Marxis untuk bersikap acuh tak acuh terhadap perkara ini. Sikap apa yang harus kita ambil terhadapnya?

Apa itu otoritas? Apa basis material dari otoritas? Disini Engels menjawab kaum Anarkis mengenai prinsip otoritas. Mereka yang tidak percaya otoritas maka tidak percaya akan revolusi proletar, karena revolusi proletar adalah hal yang paling otoriter dimana kelas buruh memaksakan kehendaknya kepada kelas kapitalis untuk menyerahkan kendali dan kepemilikan pabrik and ekonomi. Kelas buruh pun harus menggunakan otoritasnya untuk melawan perlawanan kelas kapitalis yang ingin melaksanakan konter-revolusi karena tidak ada kelas penguasa yang akan begitu saja menyerahkan kekuasaannya.

Bagi kaum Marxis, Revolusi Tiongkok adalah peristiwa terbesar kedua dalam sejarah umat manusia, yang kebesarannya hanya dapat diungguli oleh Revolusi Bolshevik 1917. Jutaan manusia, yang sampai saat itu telah diperlakukan seperti binatang-binatang pemikul beban imperialisme, mematahkan rantai imperialisme dan kapitalisme, dan menapaki panggung sejarah dunia.

Di antara kita banyak yang mengetahui bahwa asal-muasal Kekristenan tidak ada kaitannya dengan “Malam Kudus” atau orang-orang Majus. Kalau begitu, apakah asal-muasal sejatinya? John Pickard mengkaji realitas perihal timbulnya agama ini – dari posisi kekuatan-kekuatan klas dan perkembangan-perkembangan material masyarakat, dan bukan dari alih-alih fiksi-fiksi yang saleh yang dijejalkan dari mimbar-mibar gereja.

Kegagalan dramatis pembicaraan-pembicaraan pada Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Iklim di Kopenhagen berperan dalam menggarisbawahi satu hal: pemerintahan-pemerintahan kapitalis di seluruh dunia tidak mampu menyelesaikan isu yang sangat mendesak, seperti kerusakan lingkungan yang diprovokasi oleh anarki pasar. Kehausan akan keuntungan adalah kontradiksi langsung dengan kepentingan-kepentingan rakyat-pekerja di seluruh dunia. Revolusi sosial dalam skala global adalah jawaban riil satu-satunya bagi persoalan ini.

Dalam sebuah rapat umum yang diorganisir oleh beragam serikat buruh, organisasi politik, dan kampanye solidaritas (termasuk Hands Off Venezuela), lebih dari 3000 orang di Kopenhagen mendengarkan Presiden Hugo Chávez dengan tepat menggarisbawahi bahwa sebuah revolusi sosialis adalah solusi satu-satunya bagi persoalan-persoalan umat manusia.

Pada hari Sabtu 21 November, Kongres Luar Biasa Pertama Partai Persatuan Sosialis Venezuela (PSUV) dimulai dengan dihadiri oleh 772 delegasi yang berbaju merah. Mayoritas adalah buruh, tani, dan kaum muda, yang dipilih oleh sekitar 2,5 juta anggota (total anggota terdaftar adalah 7 juta!). Atmosfer di dalam kongres ini dipenuhi dengan antusiasme dan harapan. Chavez menyerukan pembentukan Internasionale Kelima untuk menyatukan perjuangan melawan kapitalisme, dan dengan melambaikan buku Lenin Negara dan Revolusi dia mengatakan bahwa Negara Kapitalis yang masih ada di Venezuela harus dihancurkan dan digantikan dengan Negara Buruh yang baru.

Upcoming Events

Revolution 2018 - a three-day festival of Marxist ideas

(Date: 19 Oct 06 pm - 21 Oct 06 pm )
Calendar: In Defence of Marxism
Malet Street, WC1E 7HY London, United Kingdom
19 Oct 6:00 pm (BST) - 21 Oct 6:00 pm (BST)
Revolution 2018 - a three-day festival of Marxist ideas
Revolution 2018 is a three-day festival of Marxist ideas, hosted by Socialist Appeal, In Defence...
Free event