Indonesian

Revolusi Tiongkok 1949 (Bagian Pertama)

Written by Alan Woods Thursday, 04 February 2010
PrintE-mail

Bagi kaum Marxis, Revolusi Tiongkok adalah peristiwa terbesar kedua dalam sejarah umat manusia, yang kebesarannya hanya dapat diungguli oleh Revolusi Bolshevik 1917. Jutaan manusia, yang sampai saat itu telah diperlakukan seperti binatang-binatang pemikul beban imperialisme, mematahkan rantai imperialisme dan kapitalisme, dan menapaki panggung sejarah dunia.

 

Pondasi Kekristenan

Written by John Pickard Thursday, 14 January 2010
PrintE-mail

Di antara kita banyak yang mengetahui bahwa asal-muasal Kekristenan tidak ada kaitannya dengan “Malam Kudus” atau orang-orang Majus. Kalau begitu, apakah asal-muasal sejatinya? John Pickard mengkaji realitas perihal timbulnya agama ini – dari posisi kekuatan-kekuatan klas dan perkembangan-perkembangan material masyarakat, dan bukan dari alih-alih fiksi-fiksi yang saleh yang dijejalkan dari mimbar-mibar gereja.

 

Kegagalan KTT Iklim – Sekarang Mau Ke Mana?

Written by Frederik Ohsten in Copenhagen Tuesday, 22 December 2009
PrintE-mail

Kegagalan dramatis pembicaraan-pembicaraan pada Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Iklim di Kopenhagen berperan dalam menggarisbawahi satu hal: pemerintahan-pemerintahan kapitalis di seluruh dunia tidak mampu menyelesaikan isu yang sangat mendesak, seperti kerusakan lingkungan yang diprovokasi oleh anarki pasar. Kehausan akan keuntungan adalah kontradiksi langsung dengan kepentingan-kepentingan rakyat-pekerja di seluruh dunia. Revolusi sosial dalam skala global adalah jawaban riil satu-satunya bagi persoalan ini.

   

Chávez di Kopenhagen: Kita Membutuhkan sebuah Revolusi Dunia

Written by Hands Off Venezuela Denmark Tuesday, 22 December 2009
PrintE-mail

Dalam sebuah rapat umum yang diorganisir oleh beragam serikat buruh, organisasi politik, dan kampanye solidaritas (termasuk Hands Off Venezuela), lebih dari 3000 orang di Kopenhagen mendengarkan Presiden Hugo Chávez dengan tepat menggarisbawahi bahwa sebuah revolusi sosialis adalah solusi satu-satunya bagi persoalan-persoalan umat manusia.

 

Kongres Luar Biasa Pertama PSUV – Chavez Menyerukan Pembentukan Internasionale Kelima

Written by Alan Woods dari Kongres PSUV Monday, 07 December 2009
PrintE-mail

Pada hari Sabtu 21 November, Kongres Luar Biasa Pertama Partai Persatuan Sosialis Venezuela (PSUV) dimulai dengan dihadiri oleh 772 delegasi yang berbaju merah. Mayoritas adalah buruh, tani, dan kaum muda, yang dipilih oleh sekitar 2,5 juta anggota (total anggota terdaftar adalah 7 juta!). Atmosfer di dalam kongres ini dipenuhi dengan antusiasme dan harapan. Chavez menyerukan pembentukan Internasionale Kelima untuk menyatukan perjuangan melawan kapitalisme, dan dengan melambaikan buku Lenin Negara dan Revolusi dia mengatakan bahwa Negara Kapitalis yang masih ada di Venezuela harus dihancurkan dan digantikan dengan Negara Buruh yang baru.

   

Biarkan Pengungsi Tamil Masuk: Pernyataan Bersama dari Indonesia, Malaysia, dan Australia

Written by Militan Monday, 16 November 2009
PrintE-mail

Setelah serangan militer yang paling brutal terhadap orang Tamil tahun ini, ratusan ribu rakyat Tamil tersingkirkan dari rumah mereka dan ditahan di “kamp-kamp konsentrasi” yang tersebar di Sri Lanka. Di Vavuniya saja ada 32 kamp seperti itu yang dihuni oleh lebih dari 160 ribu pengungsi Tamil. Total ada sekitar 300 ribu Tamil yang telah ditahan di kamp-kamp ini semenjak berakhirnya serangan militer terhadap Tamil Tiger pada bulan Mei.

 

Runtuhnya Tembok Berlin: 20 tahun kemudian

Written by Alan Woods Thursday, 12 November 2009
PrintE-mail

Dua puluh tahun yang lalu Tembok Berlin runtuh dan kaum borjuis di dunia Barat sangat gembira, bersukacita akan “jatuhnya komunisme”. Setiap tahun kaum kapitalis merayakannya seperti halnya rejim Orde Baru yang merayakan persitiwa 30 September dengan mesin propaganda mereka. Akan tetapi, dua puluh tahun kemudian situasi terlihat sangat berbeda dimana kapitalisme memasuki krisisnya yang paling parah semenjak 1929. Sekarang mayoritas rakyat di bekas Jerman Timur memilih partai kiri dan mengingat kembali keuntungan dari ekonomi terencana. Setelah menolak Stalinisme, mereka sekarang telah mencicipi kapitalisme, dan kesimpulan yang mereka ambil adalah bahwa sosialisme lebih baik daripada kapitalisme.

   

Page 1 of 12

Home » Other languages

Related articles

Please choose an article.