“Tinggalkan yang lama. Sambut yang Baru.” Ini yang selalu menjadi pesan penyemangat tiap Tahun Baru. Namun di tengah semua pesta dan botol sampanye, tidak ada tanda-tanda optimisme atau harapan masa depan dari kelas penguasa dan para ahli strateginya sama sekali . Sebaliknya kolom-kolom pers borjuis diisi dengan pesimisme dan kekhawatiran.

Pada tahun 1847 Engels menulis dua draf program untuk Liga Komunis dalam bentuk sebuah katekismus1,  satu pada bulan Juni, dan satunya lagi pada bulan Oktober. Draf kedua, yang dikenal sebagai Principles of Communism (Prinsip-prinsip Komunisme) terbit pertama kali pada tahun 1914. Dokumen yang lebih awal, yakni Draft of the Communist Confession of Faith (Draf tentang Pengakuan Iman Komunis) baru ditemukan pada 1968. Dokumen ini terbit pertama kali pada 1969 di Hamburg, bersama dengan empat dokumen lain yang terkait dengan kongres pertama Liga Komunis, dalam sebuah buklet berjudul Gründungs Dokumente des Bundes der Kommunisten (Juni bis September 1847) (Dokumen-dokumen Pendirian Liga Komunis, Juni-September 1847).

Pada 28 September1864, delegasi-delegasi dari berbagai negeri berkumpul di Balai St. Martin di London. Inilah upaya yang paling serius untuk mempersatukan lapisan-lapisan kelas pekerja yang paling maju dalam suatu skala internasional. Pertemuan itu dilakukan sebagai suatu konsekuensi dari solidaritas internasional dalam menanggapi perlawanan Polandia pada 1863.

Periode saat ini adalah periode paling penuh badai dan bergejolak dalam sejarah. Globalisasi kini mewujudkan diri sebagai suatu krisis kapitalisme global. Akibat dalamnya krisis dan semakin parahnya berbagai kondisi, semua hal kini berkembang dengan sangat pesat. Tahapan yang kini tengah menjelang adalah kebangkitan umum perjuangan kelas, dan pada kenyataannya, proses ini telah dimulai.

Tiga tahun setelah Gerakan Occupy Wall Street menyebar dari Manhattan ke sejumlah kota besar di seluruh dunia, gerakan Occupy Central dimulai, lebih awal daripada tanggal yang direncanakan, 26 September, dan setelah beberapa tahun diskusi dan demonstrasi, dengan deklarasi “era pembangkangan sipil”. Sebelumnya, para pelajar dan mahasiswa dari 25 universitas dan berbagai sekolah bergabung dalam pemogokan satu minggu yang diserukan oleh Hong Kong Federation of Students (HKFS) pada 22 September yang merupakan “peringatan terakhir kepada rejim”.

Berikut adalah dokumen perspektif dunia 2014, dalam bentuk draf yang akan didiskusikan dalam kongres dunia IMT pada bulan Agustus mendatang. Dokumen ini menyajikan analisa umum mengenai situasi ekonomi, politik, dan sosial dunia hari ini dan tugas-tugas apa yang harus dilakukan oleh kaum revolusioner. 

Ketegangan semakin tinggi di Thailand semenjak krisis politik yang telah berlangsung selama beberapa tahun ini mencapai puncaknya. Minggu lalu kudeta yudisial melengserkan Perdana Menteri Yingluck Shinawatra dan beberapa menterinya.

Hubungan disfungsional antara rakyat Amerika dengan pangan secara rutin diratapi dan dicemoohi dalam media massa serta dunia akademia. Sayangnya tidak pernah dijelaskan sama sekali apa sebenarnya akar dari disfungsi ini. Marxisme menjelaskan bahwa keadaan menentukan kesadaran. Lingkungan fisik dan sosial kita sangat mempengaruhi pilihan-pilihan yang kita ambil dengan sangat membatasi pilihan-pilihan yang disediakan pada kita.

Internasionalisme Lenin tidak memerlukan rekomendasi. Ciri khusus internasionalisme Lenin adalah pemutusan hubungan sepenuhnya dengan pemalsuan internasionalisme yang menjangkiti Internasional Kedua pada hari-hari awal pecahnya perang dunia [Pertama]. Para pimpinan resmi “Sosialisme”, dari atas kursi-kursi parlementernya, dengan argumen-argumen abstrak dalam semangat Kosmopolit yang tua, menyelaraskan kepentingan-kepentingan tanah air dengan kepentingan-kepentingan umat manusia. Dalam prakteknya, seperti yang kita ketahui, ini mengarah pada dukungan terhadap tanah air yang serakah melalui kelas proletar.

Sebuah upaya telah dilancarkan untuk mengkriminalisasi aktivis buruh. Pengadilan borjuis yang berlangsung di pengadilan negeri Gresik dalam 4 bulan terakhir menyeret dua nama pengurus Federasi Serikat Perjuangan Buruh Independen-KASBI, Abdul Hakam dan Agus Budiono. Kedua kawan kita ini, didakwa dengan pasal 335 ayat 1 KUHPidana tentang perbuatan tidak menyenangkan dan pasal 55 ayat 1 KUHP.