Francois Hollande baru saja disumpah menjadi Presiden Prancis, di era dimana Eropa sedang mengalami gejolak besar. Segera setelah menang, bursa saham dunia anjlok karena ia merefleksikan penolakan rakyat terhadap program penghematan kapitalis yang ingin dipaksakan kepada rakyat pekerja Prancis. Namun, apa Hollande dan reformismenya mampu menyelamatkan rakyat pekerja Prancis dari kebuasan kapitalisme? Berikut artikel dari seorang anggota Partai Komunis Prancis dan editor majalah La Riposte, seksi IMT di Prancis. (Redaksi Militan)
Indonesian translation of The May Day challenge (30 April 2012).
Bahasa translation of SOCIALISM AND THE STATE (Third chapter in Leon Trotsky's book The Revolution Betrayed)
Dalam analisa terakhir, terorisme menjadi sebuah instrumen di tangan kaum penindas untuk melawan mayoritas yang tertindas. Selama bertahun-tahun elit penguasa Nigeria telah mempertahankan cengkeramannya atas negeri itu berdasarkan metode devide et impera, pecah-belah dan kuasai, suatu metode yang diwarisi dari masa lalu, dari tuan-tuan majikan penjajah mereka dan disempurnakan oleh elit penguasa Nigeria.
Sejarah terjadi hari ini, 9 Januari 2012, ketika orang-orang Lagos dalam jumlah ribuan mendengarkan panggilan Organisasi Buruh dan Masyarakat Sipil (Labour and Civil Society Organisation, LASCO) untuk memulai suatu pemogokan/protes massa di seluruh negeri untuk mengekspresikan ketidakpuasan mereka terhadap kenaikan harga minyak yang diumumkan oleh pemerintah pimpinan Goodluck Jonathan pada tanggal 1 Januari. LASCO meliputi dua sentra buruh di Nigeria, yakni Kongres Buruh Nigeria (Nigeria Labour Congress, NLC) dan Kongres Serikat Buruh (Trade Union Congress, TUC) serta Front Aksi Bersama (Joint Action Front, JAF) yang merupakan organisasi payung dari organisasi-organisasi masyarakat sipil pro-buruh.
Setelah menyusul Jepang, tahun ini Tiongkok menjadi perekonomian terbesar kedua di dunia. Sejumlah ahli bahkan telah memprediksikan bahwa pada akhir dekade ini Tiongkok mungkin akan menjadi perekonomian terbesar yang melampaui Amerika Serikat. Namun, ini didasarkan pada pendekatan yang mekanis, empiris, dimana Tiongkok akan mempertahankan laju pertumbuhan ekonominya. Di masa lalu, Jepang juga diperkirakan akan terus tumbuh, tapi kemudian kemunculannya yang secepat meteor terhadang oleh suatu periode stagnasi yang panjang.
"Tahun 1848 berakhir dengan baik,” tulis Engels. "Dengan revolusi yang agung ini, kaum proletariat Prancis telah menempatkan dirinya sendiri lagi pada pucuk pimpinan gerakan Eropa. Segala hormat bagi kaum buruh Paris!" Revolusi itu meluas ke seluruh Eropa, menandai sebuah perkembangan penting dalam perjuangan klas.
Page 1 of 20